LANGIT7.ID, Jakarta - Saat ini banyak masyarakat mulai beralih profesi sebagai pengusaha, salah satunya di sektor peternakan. Dengan kebutuhan konsumsi rakyat Indonesia terhadap produk hasil panen di sektor peternakan yang cukup tinggi, menjadikan sektor ini dinilai mampu menghasilkan keuntungan yang menjanjikan.
Salah satunya, beternak burung puyuh yang terbilang gampang-gampang susah. Burung seukuran ayam remaja ini, memiliki nilai dari keseluruhan produk yang dihasilkan.
Di antaranya, kebutuhan konsumsi seperti telur dan dagingnya, juga kotorannya yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk bagi tanaman. Itulah yang menjadikan sebagian orang tertarik untuk terjun langsung menjadi peternak burung puyuh.
Namun, ada baiknya pemula memperhatikan beberapa faktor sebelum memulai usaha peternakan burung puyuh ini. Hal ini penting dilakukan untuk mengurangi rasa kecewa atau pun kegagalan di tengah jalan saat mengembangkan usaha.
Baca juga: Ibu Rumah Tangga Miliki Omzet Rp200 Juta dari Ternak Burung PuyuhBerikut ini adalah faktor penting yang harus diperhatikan sebelum beternak burung puyuh.
Ketahui RisikoRisiko sudah menjadi bagian yang harus dilewati bagi setia pelaku usaha. Begitu juga dengan usaha beternak burung puyuh ini, karena usaha ini berkutat pada makhluk hidup, maka risiko kematian adalah hal yang paling sering ditemui.
Beberapa penyebab kematian yang sering di alami burung puyuh berasal dari berbagai faktor. Seperti perawatan yang kurang maksimal atau pun penyakit yang menyerang burung puyuh.
Salah satu yang menyebabkan tingkat kerugian yang cukup besar adalah ketika burung puyuh terserang virus aratan. Virus yang sering menyerang unggas ini memiliki tingkat penularan yang cukup cepat, sehingga perlu memisahkan burung puyuh yang terserang ini dari populasi kandang ternak.
Risiko ini penting diketahui agar pemula yang akan memulai menjadi peternak burung puyuh tidak kaget ketika menemui kendala di pertengahan menjalankan usahanya. Untuk itu, dengan mengetahui risiko tersebut, maka perlu dihadirkan langkah dan strategi khusus guna meminimalisir tingkat kerugian yang ada dalam usaha.
Antiseptik dan DisinfektanKedua hal ini merupakan faktor penting yang bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan terjadinya penyebaran virus di kandang peternakan burung puyuh. Hal ini bisa dilakukan ketika kandang belum berisi populasi puyuh dan bisa dilanjutkan secara berkala.
Baca juga: Gampang-gampang Susah, Muslim Ini Jual Telur Semut Rangrang Rp1 Juta per KilogramRincianSebelum memulai peternakan burung puyuh perlu ada perhitungan secara rinci terhadap keseluruhan peternakan. Hal ini penting dilakukan untuk menjadikan proses ternak nantinya secara terukur dan terarah.
Artinya, pemula tidak bisa langsung memutuskan untuk menjadi peternak burung puyuh sebelum melakukan banyak pertimbangan. Dalam hal ini, rincian mencakup keseluruhan proses peternakan, mulai dari riset, perawatan, ilmu pengetahuan seputar ternak burung puyuh, sampai kepada proses panen dan penjualan.
Dengan mengetahui hal itu, target yang ada dalam peternakan burung puyuh akan lebih mudah untuk dicapai. Begitu juga sebaliknya, jika target belum juga tercapai, karena telah melakukan rincian maka akan memudahkan peternak mengetahui letak permasalahan yang ada.
Kandang ternakSetelah melakukan rincian perhitungan dengan matang, maka langkah selanjutnya sebelum memulai peternakan adalah menyiapkan kandang ternak untuk populasi burung puyuh nantinya. Dalam mempersiapkan kandang ternak ini juga perlu memperhatikan beberapa faktor untuk menjaga kesehatan burung puyuh.
Baca juga: Nyambi Ternak Murai Batu, Tukang Jahit Ini Bisa Beli Sawah dan RumahDi antaranya seperti menjaga sirkulasi udara tetap baik, dan besaran kandang burung puyuh juga perlu disesuaikan dengan skala usaha yang dijalankan. Jika dalam skala besar, tentu lebih membutuhkan banyak dana karena membutuhkan lahan yang besar pula.
Lebih lanjut, jika usaha ternak burung puyuh dilakukan dalam skala rumahan, burung puyuh yang memiliki postur lebih kecil ini bisa menggunakan kandang kotak dari kayu yang disusun bertingkat. Namun, tetap perlu memperhatikan sirkulasi udara dan intensitas cahaya sinar matahari yang masuk untuk menjaga pertumbuhan burung puyuh tetap baik.
Bibit burung puyuhSetelah menyiapkan kandang, langkah selanjutnya adalah menyiapkan bibit burung puyuh. Jangan tergesa-gesa dalam hal ini, karena burung puyuh perlu dipilih dengan kualitas yang baik.
Dengan pemilihan bibit unggul dari burung puyuh, maka diyakini akan menghasilkan telur dan anakan yang memiliki kualitas baik pula. Burung puyuh dengan masa produktifnya hingga usia satu tahun ini, juga bisa dimanfaatkan dagingnya ketika sudah tidak produktif lagi.
(zul)