LANGIT7.Id, Jakarta - - Rasulullah Saw mengajarkan dan mensunnahkan dzikir setelah shalat fardhu. Dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari, Rasulullah berdzikir setelah shalat dengan bilangan 100, yaitu tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, takbir 33 kali, dan tahlil 1 kali.
Mengenai berdzikir dengan suara keras, dalam hadits Bukhari hal tersebut pernah dilakukan di zaman Nabi, namun ini dengan tujuan untuk memberikan pengajaran. Setelah mereka bisa, maka Nabi dan para sahabat tidak melakukan hal itu lagi dan bukan menjadi kebiasaan.
Baca juga:
Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib, Dapatkan Rumah Semegah IstanaBagaimana bentuk dzikir yang diajarkan Nabi setelah selesai shalat fardhu. Berikut rangkuman LANGIT7 tentang tata cara dzikir yang diajarkan Nabi Saw.
أَسْتَغْفِرُ الله، أَسْتَغْفِرُ الله، أَسْتَغْفِرُ الله، اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ
Beristighfar sebanyak tiga kali (yakni mengucapkan astaghfirullahal-azhim). Kemudian mengucapkan allahumma antas-salam wa minkas-salam tabarakta dzal-jalali wal-ikram (ya Allah Engkau-lah Yang Maha Sejahtera, dari-Mu lah kesejahteraan, Mahasuci Engkau ya Allah Yang Mahaagung lagi Mahamulia). (HR. Muslim nomor 591, dari Tsauban Radhiyallahu Anhu).
لاَ إِلهَ إِلاَّ اللّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ala kulli syai`in qadir, allahumma la mani’a lima a’thaita wa mu’thiya lima mana’ta wala yanfa’u dzal-jaddi minkal-jad.
Arti: Tidak ada tuhan melainkan Allah, hanya Dia, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya lah segala kekuasaan dan milik-Nya pula segala pujian, dan Dia Mahakuasa untuk melakukan segala sesuatu, ya Allah tidak ada yang dapat menghalangi apapun yang Engkau putuskan untuk diberikan, tidak ada yang dapat memberi apapun yang Engkau putuskan untuk tidak diberikan, dan sama sekali tidak bermanfaat kekayaan orang yang berharta di hadapan-Mu). (HR. Bukhari nomor 844, dan Muslim nomor 593).
سبحان الله (33)، الحمد لله (33)، الله أكبر (33)، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Pertama: Subhanallah 33 kali, alhamdulillah 33 kali, allahu akbar 33 kali, dan menyempurnakannya menjadi 100 dengan membaca la ilaha illallahu wahdahu la syarika lah.
Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu Anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam pernah bersabda, “Barangsiapa yang bertasbih setelah melaksanakan setiap shalat fardhu sebanyak tiga puluh tiga kali, bertahmid tiga puluh tiga kali, dan bertakbir tiga puluh tiga kali, hingga jumlahnya menjadi sembilan puluh sembilan, kemudian ia menyempurnakannya menjadi seratus dengan membaca ‘la ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ala kulli syai`in qadir (tidak ada tuhan melainkan Allah, hanya Dia, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya lah segala kekuasaan dan milik-Nya pula segala pujian, dan Dia Mahakuasa untuk melakukan segala sesuatu)’ maka dihapuskan dosa-dosanya meski sebanyak buih di lautan.” (HR. Muslim nomor 597).
Setelah membaca dzikir tersebut, kita dapat berdoa sesuai kebutuhan dan dilanjutkan dengan melaksanakan shalat sunnah, terutama shalat sunnah bakdiyah, pada shalat-shalat rawatib. Selain di masjid, shalat sunnah juga bisa dilakukan di rumah.
Baca juga:
Shalat Sunnah Paling Utama, Hanya 2 Rakaat tapi Bernilai Besar(asf)