LANGIT7.ID, Jakarta - Suaranya masih imut, seimut wajahnya yang masih berusia 5 tahun. Namun ia bukan bocah biasa. Semenjak bergabung bersama Sekolah Hafizh Qur’an (SHQ) pada 2020 lalu, ia berhasil menghafal juz 30. Itu prestasi yang sangat luas biasa.
Namanya Adzkar ‘Abqory Sakhyan, putra dari Arfan Ilman Laduni dan Hilwati. Kecil-kecil sudah menghafal Al-Qur’an. Kalimat itu secara otomatis membuat decak kagum. Terlebih ia bukan berasal dari keluarga penghafal Al-Qur’an. Ia lahir di tengah metropolitan Jakarta pada 22 Desember 2016 silam.
Baca Juga: Agar Anak Jadi Hafidz, Akrabkan Ia dengan Al-Qur'an Sejak Dini
“Dia santri SHQ berusia 5 tahun mampu simaan juz 30 sekali duduk. Sangat inspiratif karena dia tidak mondok layaknya santri pada umumnya. Satu lagi, dia santri ‘corona’,” kata Ustadz Pembimbing Adzkar di SHQ, Bayu Al-Khudry, kepada LANGIT7.ID, Rabu (29/9/2021).
Tak hanya itu, Adzkar mampu membuktikan pembelajaran daring tak selamanya berdampak negatif bagi anak. Kolaborasi antara guru dan dan orang tua menjadi kunci. Guru memberikan arahan, kemudian orang tua mendampingi dengan penuh kasih sayang.
“Dia belajar dari rumah, menghafal dari rumah. Jadi, kami di SHQ membimbing dari jauh secara online dibantu orang tua di rumah. Alhamdulillah, sangat membanggakan,” kata Bayu.
Bayu menceritakan, Adzkar menyetor hafalan mulai Senin hingga Kamis secara daring. Didampingi orang tua, ia berusaha menghafal ayat demi ayat dua baris per hari. Sedikit demi sedikit namun semakin banyak.
“Sebelum menambah hafalan, ia diwajibkan merujaah dulu hafalan kemarin, supaya tidak lupa,” tutur Bayu. Begitu seterusnya. Saat menghafal bukan berarti Adzkar tak mendapati kesulitan. Ia harus tertatih-tatih saat sampai ke surah An-Naazi’aat dan An-Naba.
“Dua surah itu 6 hari baru selesai dihafal. Kalau surah paling mudah, surah-surah pendek seperti tiga qul,” ucapnya. Hingga pada 14 September 2021, Adzkar berhasil merampungkan juz 30. Kini, ia telah memulai menghafal juz 29.
Tayangan Adzkar simaan juz 30 bisa disaksikan melalui kanal youtube Sekola Hafizh Quran Anak Juara. “Insya Allah aku tasmi’ juz 30. Mari kita mendengar bersama-sama,” begitu katanya saat memulai
tasmi’.
Lengkap dengan kokoh putih berpeci biru, khas seragam SHQ, Adzkar memulai sambil tersenyum beberapa kali tepuk tangan. Wajahnya menampakkan aura kebahagiaan, seperti orang tuanya yang meneteskan air mata harus saat ia membaca surah An-Nas.
Dimulai dengan basmalah, Adzkar melafalkan surah An-Naba dengan khas suara bocah kecil. Imut dan menggemaskan, tapi membuat bangga orang tua dan para guru di SHQ. Begitu pula saat melafalkan surah An-Naazi’aat, surah Abasa, hingga menutupnya dengan Suran An-Nas.
“Ini sangat membanggakan. Keberhasilan seorang guru adalah ketika anak didik kami mampu menghafal Al-Qur’an. Jangan lihat nominal hafalan, tapi lihat semangat Adzkar. Insya Allah, dia akan menjadi Hafidz Qur’an di masa akan datang,” kata Bayu.
(jqf)