Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home masjid detail berita

Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Telah Meninggal Dunia

miftah yusufpati Selasa, 20 Mei 2025 - 05:46 WIB
Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Telah Meninggal Dunia
Semua amal anak dapat mengalir kepada orang tuanya, meskipun tanpa doa langsung. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID- Berbakti kepada orang tua (birrul walidain) merupakan salah satu amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta'ala. Dalam Al-Qur'an Surah Luqman ayat 14 disebutkan: "Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya..." (QS. Luqman: 14)

Lalu, bagaimana cara berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal dunia?

Abu Usaid Malik bin Rabi'ah as-Sa’idi radhiyallahu 'anhu pernah berkisah:

"Suatu hari kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Ketika itu datang seorang lelaki dari Bani Salimah. Dia bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk kebaktian kepada kedua orang tua yang telah meninggal?' Rasulullah SAW menjawab:

'Benar, masih ada. Yaitu: Menshalatkan keduanya (menyalatkan jenazahnya atau mendoakannya); memohonkan ampunan (istighfar) untuk keduanya; memenuhi janji keduanya; menyambung silaturahmi yang terjalin karena sebab keberadaan keduanya; dan Memuliakan teman dekat keduanya.' (HR. Ahmad, Al-Bukhari, dan Abu Dawud)

Baca juga: Alasan Perintah Berbakti kepada Orang Tua Jadi Wasiat dalam Al-Qur’an

Hadis Tentang Amal yang Terus Mengalir

Para ulama hadis bersilang pendapat tentang kevalidan hadis di atas, namun kandungan maknanya didukung oleh beberapa dalil sahih lainnya.

Di antaranya adalah hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

"Apabila manusia mati maka amalnya terputus kecuali karena tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya." (HR. Ahmad 9079, Muslim 4310, Abu Dawud 2882 dan lainnya)

Dua Penjelasan Ulama Mengenai Doa Anak Saleh

1. Memotivasi anak untuk mendoakan orang tuanya. Al-Munawi berkata: "Tujuan disebutkan doa anak, padahal doa selain anak juga bisa sampai ke mayit, adalah untuk memotivasi anak agar rajin mendoakan orang tuanya." (Aunul Ma’bud, 8/62)

2. Semua amal anak dapat mengalir kepada orang tuanya, meskipun tanpa doa langsung. Sebagaimana sedekah jariyah yang tetap mengalir pahalanya selama masih dimanfaatkan oleh masyarakat, walaupun penerima manfaat tidak mendoakan si pemberi. (Syarh Sunan Ibn Majah, as-Suyuthi, hlm. 22)

Baca juga: Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal Dunia

Doa untuk Orang Tua yang Telah Meninggal

Berikut adalah salah satu doa yang dianjurkan untuk orang tua yang telah meninggal dunia:

اللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِلْمَاءِ وَالشَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْاَبْيَضُ مِنَ الدَّ نَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارً اخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَادْخِلْهُ الجَنَّةَ وَاعِذْهُ مِنْ عَدَابِ الْقَبرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allahummaghfir Lahu Warhamhu Wa ‘Aafihi Aa’fu ‘anhu Wa Akrim Nuzulahu Wa Wassi’ Madkhalahu, Waghsilhu Bil Maa i Wats-tsalji Walbarodi Wa Naqqihii Minal khathaa Ya Kamaa Yunaqqats-Tsawbul Abyadhu Minad Danas. Wa Abdilhu Daaran khairan Min Daarihii Wa Ahlan Khairan Min Ahlihii Wa Zawjan Khairan Min Zawjihi, Wa Adkhilhul Jannata Wa A ‘Idzhu Min ‘Adzaabil Qobri Wa Fitnatihi Wa Min ‘Adzaabin Naar.”

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah, selamatkanlah, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah tempat masuknya. Bersihkanlah dia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran.

Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, pasangannya dengan pasangan yang lebih baik. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur, fitnahnya, dan siksa neraka."

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)