LANGIT7.ID-Iran; Amerika benar benar biadab. Tiga situs nuklir Iran di bom Amerika yang bergabung dengan Israel untuk memusuhi Iran.
Aksi biadab Amerika Serikat telah membom tiga situs nuklir di Iran, ini jelas semakin memperuncing perang antara Israel dan Iran.
Presiden Donald Trump pada Sabtu malam menyatakan bahwa serangan AS telah "menghancurkan" fasilitas Iran di Fordow, Isfahan, dan Natanz. Ia mengancam akan melakukan lebih banyak serangan untuk menghapus kemampuan pengayaan nuklir Iran jika Teheran "tidak berdamai".
Iran mengakui serangan tersebut, menyatakan bahwa personelnya yang bekerja di situs nuklir telah dievakuasi sebelum serangan terjadi.
Serangan AS terjadi lebih dari seminggu setelah Israel melancarkan kampanye militer terhadap Iran, yang kemudian membalas dengan serangan rudal, mengakibatkan ratusan korban di kedua belah pihak.
Berikut beberapa reaksi penting dari seluruh dunia setelah serangan AS terhadap situs nuklir Iran:
IranMenteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh AS melanggar hukum internasional.
"AS, anggota tetap Dewan Keamanan PBB, telah melakukan pelanggaran berat terhadap Piagam PBB, hukum internasional, dan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dengan menyerang instalasi nuklir damai Iran," tulis Araghchi di media sosial.
"Peristiwa pagi ini (Minggu) sangat mengejutkan dan akan memiliki konsekuensi abadi. Setiap anggota PBB harus waspada terhadap perilaku berbahaya, melawan hukum, dan kriminal ini."
Ia menambahkan bahwa Iran "mempertahankan semua opsi untuk membela kedaulatan, kepentingan, dan rakyatnya".
IsraelPerdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan, "Selamat, Presiden Trump. Keputusan berani Anda untuk menarget fasilitas nuklir Iran dengan kekuatan besar dan adil dari AS akan mengubah sejarah."
"Sejarah akan mencatat bahwa Presiden Trump bertindak untuk mencegah rezim paling berbahaya di dunia memperoleh senjata paling mematikan."
PBBSekretaris Jenderal Antonio Guterres menyatakan, "Saya sangat prihatin dengan penggunaan kekuatan oleh AS terhadap Iran hari ini."
"Ini adalah eskalasi berbahaya di kawasan yang sudah di ujung tanduk—dan ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan internasional," katanya, menambahkan bahwa ada "risiko besar" konflik ini dapat "lepas kendali dengan konsekuensi katastrofik bagi warga sipil, kawasan, dan dunia".
Guterres mendesak negara-negara anggota untuk "meredakan ketegangan" dan "menjaga kewajiban mereka di bawah Piagam PBB dan hukum internasional".
"Di saat genting ini, sangat penting untuk menghindari spiral kekacauan. Tidak ada solusi militer. Satu-satunya jalan adalah diplomasi. Satu-satunya harapan adalah perdamaian."
HamasKelompok bersenjata Palestina itu mengutuk "serangan AS terhadap kedaulatan Iran dengan sangat keras".
"Agresi AS terhadap Iran adalah eskalasi berbahaya, kepatuhan buta terhadap agenda pendudukan, dan pelanggaran jelas hukum internasional," tulis Hamas.
"Kami menyatakan solidaritas dengan Iran, pemimpinnya, dan rakyatnya, serta percaya penuh pada kemampuan Iran mempertahankan kedaulatannya."
Arab SaudiArab Saudi menyatakan "keprihatinan besar" setelah serangan AS, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri di X.
"Kerajaan Arab Saudi mengikuti dengan sangat prihatin perkembangan di Republik Islam Iran, termasuk penargetan fasilitas nuklir Iran oleh AS," tulis Kemenlu Saudi.
Kerajaan tersebut "menyerukan semua upaya untuk menahan diri, meredakan ketegangan, dan menghindari eskalasi", mendorong komunitas internasional untuk memperkuat upaya mencari solusi politik.
QatarQatar memperingatkan dampak serius setelah serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran.
Kemenlu Qatar "memperingatkan bahwa eskalasi berbahaya di kawasan ini dapat berakibat katastrofik di tingkat regional dan internasional," seraya menyerukan semua pihak untuk "bijaksana, menahan diri, dan menghindari eskalasi lebih lanjut".
OmanOman, yang sebelumnya menjadi mediator perundingan nuklir AS-Iran, mengutuk keras serangan AS.
Negara Teluk itu "menyatakan keprihatinan, kecaman, dan penolakan terhadap eskalasi akibat serangan udara langsung AS di Iran," menurut Oman News Agency.
IrakIrak memperingatkan bahwa serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran mengancam perdamaian dan stabilitas Timur Tengah.
"Eskalasi militer ini merupakan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan di Timur Tengah serta risiko besar bagi stabilitas regional," kata juru bicara pemerintah Basim Alawadi.
InggrisPM Keir Starmer mendesak Iran kembali ke meja perundingan dan menegaskan stabilitas kawasan sebagai prioritas.
"Program nuklir Iran adalah ancaman serius bagi keamanan internasional. Iran tidak boleh diizinkan mengembangkan senjata nuklir, dan AS telah bertindak untuk mengurangi ancaman itu," kata Starmer.
Uni EropaKepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas menyerukan de-eskalasi dan kembali ke negosiasi.
"Saya mendesak semua pihak mundur, kembali ke meja perundingan, dan mencegah eskalasi lebih lanjut," tulis Kallas di X, menambahkan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan para menteri luar negeri UE akan membahas situasi pada Senin.
Partai Demokrat ASPimpinan Demokrat di DPR AS menuduh Trump mendorong negara ke arah perang.
"Presiden Trump menyesatkan negara tentang niatnya, gagal meminta otorisasi Kongres untuk penggunaan kekuatan militer, dan berisiko melibatkan AS dalam perang berbahaya di Timur Tengah," kata Kongres Hakeem Jeffries.
"Donald Trump bertanggung jawab penuh atas segala konsekuensi buruk dari aksi militernya yang sepihak."
Kelompok AS (CAIR dan AIPAC)CAIR, kelompok hak Muslim AS, menyebut serangan AS sebagai "tindakan perang ilegal dan tidak dibenarkan" yang dilakukan di bawah tekanan pemerintah Israel "yang tidak terkendali", meski intelijen AS lama menyimpulkan Iran tidak membangun senjata nuklir.
Sementara itu, AIPAC, kelompok pro-Israel AS, memuji serangan yang diperintahkan Trump dan menyatakan AS "harus bekerja dengan sekutu untuk melindungi pasukan dan kepentingan regional dari serangan Iran".
ChinaMedia pemerintah China mempertanyakan apakah AS "mengulang kesalahan Irak di Iran". Artikel CGTN menyatakan serangan AS sebagai titik balik berbahaya.
"Sejarah berulang menunjukkan bahwa intervensi militer di Timur Tengah sering menimbulkan konsekuensi tak terduga, termasuk konflik berkepanjangan dan destabilisasi regional," tulisnya, merujuk invasi AS ke Irak 2003.
Solusi terbaik, menurut mereka, adalah pendekatan diplomatik yang mengutamakan dialog.
AustraliaPemerintah Australia menyatakan program nuklir dan rudal Iran sebagai ancaman perdamaian internasional.
"Kami mencatat pernyataan Presiden AS bahwa sekarang adalah waktu untuk perdamaian," kata juru bicara pemerintah, seraya menyerukan de-eskalasi dan diplomasi.
Selandia BaruMenteri Luar Negeri Winston Peters menyatakan kekhawatiran atas aksi militer di Timur Tengah dan mendukung upaya diplomatik.
"Kami mendesak semua pihak kembali ke perundingan. Diplomasi akan membawa resolusi lebih baik daripada aksi militer lebih lanjut," katanya.
MeksikoKemenlu Meksiko menyerukan dialog damai dan de-eskalasi, sesuai prinsip konstitusional kebijakan luar negeri negara itu.
"Pemulihan koeksistensi damai di kawasan ini adalah prioritas tertinggi," tulis mereka di X.
VenezuelaMenteri Luar Negeri Yvan Gil mengutuk "agresi militer AS terhadap Iran" dan menuntut penghentian permusuhan segera.
"Venezuela dengan tegas mengecam pemboman AS atas permintaan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran," katanya di Telegram.
KubaPresiden Miguel Diaz-Canel mengutuk keras pemboman AS, menyebutnya sebagai "eskalasi berbahaya" dan pelanggaran serius Piagam PBB yang dapat memicu krisis global.
ChilePresiden Gabriel Boric menyebut aksi AS ilegal.
"Chile mengecam serangan AS ini," tulisnya di X. "Memiliki kekuatan tidak memberi Anda hak melanggar aturan yang telah disepakati umat manusia. Sekalipun Anda Amerika Serikat."(*/saf/aljazeera)
(lam)