LANGIT7.ID, Jakarta - Riba memiliki dampak yang luar biasa, khususnya karena ada ketidakadilan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa riba dilarang dalam perekonomian Islam.
Secara istilah, riba merupakan penambahan atau pembesaran atas pinjaman pokok yang diterima pemberi pinjaman dari peminjam sebagai imbalan dalam suatu transaksi keuangan.
"Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (Al-Baqarah: 275).
Praktik riba biasanya terjadi dalam transaksi perbankan, pinjam meminjam, kredit, dan perdagangan. Dalam hadits riwayat Muslim, dari Jabir bahwasanya Rasulullah melaknat pelaku riba, termasuk saksi, pencatanya, maupun orang yang mewakilinya.
Para ekonom Islam telah menjelaskan dampak riba yang begitu mengerikan, baik dari sisi ekonomi maupun kehidupan sosial.
Bahaya riba di antaranya, memburuknya distribusi kekayaan, menghancurkan sumber-sumber ekonomi, melemahkan perkembangan ekonomi dan permodalan, pengangguran, dan lain-lain.
"Dengan praktik yang simultan tampak bahwa seluruh kekayaan dunia ini lari kepada sejumlah pemodal, karena pemodal selalu untung dalam setiap bisnis. Sementara kreditur beresiko rugi atau untung. Karena itu, semua kekayaan ini pada akhirnya secara matematis akan mengalir kepada pihak yang selalu beruntung," kata Dr. Hjalmer Schacht, mantan direktur Reichsbank dikutip
Masyarakat Ekonomi Syariah, Sabtu (2/10/2021).
Menurut ekonom Islam, dampak riba dalam kehidupan sosial ialah akan menimbulkan permusuhan antara pribadi, terutama mereka yang terlobat dalam praktik riba. Dengan mengenakan tambahan kepada peminjam akan menimbulkan perasaan bahwa peminjam tidak tahu kesulitan dan tidak mau tahu kesulitan orang lain.
Riba dapat memicu perliaku boros sekaligus kesewenang-wenangan. Dengan membungakan uang, kreditur bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari waktu kewaktu.
Pada praktik eonomi kiwari dengan maraknya aplikasi peminjaman daring, praktik riba membahayakan privasi dan kehidupan peminjam. Tak jarang kreditur berlaku zalim dengan melakukan penroran yang pada akhirnya membuat peminjam depresi.
(bal)