LANGIT7.ID-, Jakarta - - Adanya asesmen literasi dan numerasi pada
Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah tahun ajaran 2025/2026 ditegaskan oleh
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen)
Abdul Mu'ti bukanlah menjadi alat penentu kelulusan para murid.
Jadi, hasil asesmen tidak memberikan pernyataan status lulus atau tidak lulus kepada para murid baru sehingga tidak akan mempengaruhi kelulusan mereka pada jenjang berikutnya, melainkan hanya menjadi masukan bagi guru.
"Asesmen literasi-numerasi jangan dimaknai sebagai tes ya, asesmen ini lebih kepada semacam preliminary (pendahuluan) saja untuk mengetahui kemampuan membaca (dan) menulis mereka itu setingkat apa," kata Mendikdasmen Mu'ti usai acara Peluncuran MPLS Ramah di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, beberapa hari lalu, mengutip Antara.
Baca juga: MPLS Resmi Dimulai Hari Ini, Menteri Dikdasmen Imbau Orangtua Antar Anak ke SekolahDengan adanya hasil asesmen murid, para guru bisa menggunakannya untuk memetakan kemampuan membaca dan berhitung siswa di tahap awal pendidikan pada jenjang yang baru.
Hasil asesmen ini, lanjutnya, akan menjadi masukan bagi guru untuk mengorganisasi metode pembelajaran agar materi yang diberikan sesuai dengan tingkat kemampuan sekaligus memastikan para siswa tidak ada yang tertinggal.
"(Hasil asesmen) itu menjadi input bagi guru untuk nanti mengorganisasi pembelajaran, yang kurang mungkin perlu nanti ada semacam bridging (persiapan lebih) untuk mereka siap supaya nanti tidak tertinggal," imbuhnya.
Kebijakan akan adanya asesmen literasi dan numerasi itu, sebagai respons atas temuan langsung serta video yang beredar terkait ada beberapa siswa SMP-SMA yang belum dapat membaca atau berhitung, sehingga tidak jarang menjadi kendala pula bagi guru.
Baca juga: Tak Ada Lagi Perpeloncoan di Sekolah Menjadi Tujuan Utama MPLS Ramah"Ada kritikan yang seringkali kita dengar, kita juga terima videonya, misalnya SMP belum bisa baca, SMA belum bisa berhitung yang itu kadang-kadang memang menjadi kesulitan tersendiri bagi guru ketika memulai mengajar," katanya.
Sebagai informasi, asesmen literasi membaca dan numerasi akan dilakukan selama 60 menit sebagai bagian dari rangkaian kegiatan MPLS Ramah pada jenjang pendidikan SMP dan SMA.
(lsi)