LANGIT7.ID-Kedekatan Presiden Prabowo dengan kalangan ulama NU dan Muhammadiyah sangat beralasan. Karena, ulama NU, seperti KH Hasyim Asy'ari dikenal sangat reformis, penggiat reformasi sejati yang juga seorang kiai yang nasionalis tulen. Seperti halnya Presiden Prabowo yang selalu menjunjung tinggi dalam pribadinya sebagai nasionalis tulen.
KH Hasyim Asy'ari di masa penjajahan berani menolak ketidakadilan karena hanya memperuntukkan sekolah bagi kalangan elit, sedangkan pribumi tidak boleh sekolah. Penjajah tahu kalau pribumi tidak sekolah, mereka terus bodoh dan bisa terus dijajah.
Para pemimpin tidak menggunakan nama yang Islami, namun contoh peran mereka telah mencerminkan nilai nilai Islam. Islam Nusantara bukan madzhab, aliran, atau sekte baru yang berkembang di Indonesia, tetapi hanya tipologi Islam kita orang nusantara. Contohnya beduk itu tadinya alat musik, kemudian diterima oleh para alim ulama kegunaannya diganti menjadi salah satu alat untuk memanggil umat Islam di waktu sholat.
Islam Nusantara berkembang melalui jaringan ulama ahlus Sunnah Waljamaah. Mereka mendalami ilmunya sekaligus terlibat dalam kehidupan masyarakat di lingkungan masing masing. Islam Nusantara, menurut Kiai Said Aqil, adalah solusi untuk peradaban. Ciri menonjol dalam Islam Nusantara adalah Islam yang bisa menyatu dengan sosial masyarakat yang sudah ada. Maka tidak berlebihan bahwa Islam Nusantara menjadi wajah Indonesia.
Baca juga: Islam Ala Prabowo: Pandangan Dua Tokoh NU-Muhammadiyah (1)Seandainya Islam di Indonesia ditransfer semua dari Arab, kata Kiai Said Aqil, akan menjadi bahaya.Bahkan kaum radikal ingin mentransfer konflik di Timur Tengah ke Indonesia. Entah apa yang terjadi di pikiran mereka jika perdamaian yang diupayakan selama ini tiba-tiba hancur, tentunya masyarakat harus paham dengan agenda seperti ini. Masyarakat harus bersikap tegas dalam melawan kelompok yang hanya membuat onar dan menyulut api permusuhan.
Maka dari itu, para ulama terdahulu berusaha menjaga nilai-nilai Islam dalam karya karya mereka, yaitu kitab kitab turats sebagai penjaga keilmuan ke Islaman untuk memahami ajaran ajaran Islam. Selain alquran dan sunah, sumber hukum dalam juirsprudensi Islam adalah ijmak, dan qiyas. Ijmak diperlukan untuk menjawab problematika umat yang semakin komplek.
Sedangkan qiyas, merupakan peninggalan penting dari Imam Syafii melalui ilmu usul fiqih yang beliau gagas. Melalui qiyas ini, para ulama dan para hakim dapat melakukan ijtihad tidak hanya dalam menjawab tantangan perkembangan sosial ekonomi, akan tetapi juga memutuskan perkara hukum dalam situasi yang terkadang di masyarakat terjadi kebingungan.
Maka dari itu, Presiden Prabowo perlu mengisi figur figur yang bersih untuk menempati posisi penegak hukum. Jika lembaga lembaga penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan dan kehakiman diisi oleh figur figur yang bersih maka penegakan hukum akan berjalan dengan adil, sehingga kepercayaan masyarakat kepada Presiden semakin tinggi.
Begitu pula kepercayaan internasional kepada Indonesia tidak hanya baik, tetapi bisa mendorong investasi karena jelasnya proses peraturan perundangan dan penegakan hukum.
![Islam Ala Prabowo: Pandangan Dua Tokoh NU-Muhammadiyah (2)]()
Saat ini masalah yang masih pelik adalah korupsi. Praktik korupsi ini menjadi salah satu bentuk pemiskinan karena mencuri hak rakyat, di antaranya dana sosial yang diperas untuk kepentingan pribadi dengan cara memanipulasi anggaran. Maka penghematan anggaran oleh Presiden Prabowo sangat penting dan akan mengubah budaya korupsi yang telah mengakar baik dengan mark up ( menggelembungkan nilai barang) maupun mark down (menyusutkan nilai barang) saat negara melaksanakan suatu proyek.
Keserakahan adalah akar masalah korupsi yang mengakibatkan negara tidak mampu melaksanakan kewajibannya menyantuni rakyat, terutama kaum fakir miskin. Budaya korupsi akan mengakibatkan kelemahan penegakan hukum termasuk dalam pemberantasan narkoba dan pembersihan perjudian serta tindakan kriminal lainnya.
Penegakan hukum adalah penegakan keadilan, di mana keadilan bukan hanya sekadar gugusan fakta obyektif melainkan sangat ditentukan oleh rasa, yaitu rasa kebenaran dan rasa kemanusiaan. Karena hukum sangat penting bagi manusia yang tidak hanya sebagai hamba Allah, akan tetapi sebagai khalifah di muka bumi sehingga dapat menjalankan perannya dalam memakmurkan bumi.
Kiai Said Aqil sangat berharap Presiden Prabowo memperkuat pemberantasan korupsi serta berlaku adil, tegas dan sportif. Untuk penegakan hukum ini, Presiden Prabowo tidak perlu mengklaim sebagai pemimpin dengan identitas Islamis, dan cukup menjadi pemimpin yang nasionalis karena sudah mencerminkan nilai nilai Islam.
Esensi syariat Islam adalah maqoshid syariah (tujuan tujuan syariat Islam) yang dirumuskan oleh Imam Asy-Syathibi, yaitu menjaga jiwa, akal, harta, nasab dan agama umat manusia dengan mengejawantahkan kepentingan Islam sebagai rahmatan lil aalamiin. Hal ini karena esensi Islam bukan terletak pada dimensi legal formal simbol simbolnya, tetapi perilaku moralitas manusia yang menjadi prioritas agar menjunjung tinggi akhlakul karimah (bersambung)
(lam)