Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home masjid detail berita

Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Mana Lelaki, Mana Perempuan?

miftah yusufpati Kamis, 17 Juli 2025 - 04:15 WIB
Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Mana Lelaki, Mana Perempuan?
Nasrudin dengan humor cerdasnya menunjukkan bahwa tidak semua cerita yang aneh harus diterima begitu saja tanpa berpikir. Ilustrasi: AI
LANGIT7.COM-Suatu hari, seorang tetangga Nasrudin Hoja kembali ke kampung setelah lama bepergian ke negeri yang jauh. Orang-orang berkumpul untuk mendengar ceritanya tentang negeri-negeri asing yang aneh-aneh.

Sambil duduk bersama Nasrudin di balai desa, ia mulai berkisah:

“Kau tahu, Nasrudin,” katanya penuh semangat, “di salah satu negeri yang aku kunjungi, udaranya panas sekali. Sangat panas, sampai-sampai tak seorang pun yang mau mengenakan pakaian, baik laki-laki maupun perempuan. Semuanya telanjang begitu saja!”

Orang-orang terkejut mendengar cerita itu. Tetapi Nasrudin hanya mengangguk-angguk sambil tersenyum geli.

“Wah,” kata Nasrudin akhirnya, “kalau begitu, di sana pasti sulit sekali, ya?”

“Sulit bagaimana?” tanya si tetangga.

Nasrudin menjawab sambil mengangkat alis:

“Ya, bagaimana cara kita membedakan mana yang lelaki dan mana yang perempuan? Semua pasti sibuk melihat ke bawah, lupa melihat ke atas!”

Baca juga: Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Upah dari Allah, dan Tetangga yang Malang

Orang-orang yang mendengarnya terdiam sebentar, lalu meledaklah tawa mereka bersama-sama, sementara si tetangga hanya garuk-garuk kepala, bingung apakah ia sedang diolok atau diberi nasihat.

---

Hikmah, seperti banyak kisah Nasrudin, terselip di balik kelucuan dan sindirannya. Beberapa pelajaran yang bisa dipetik antara lain:

1. Jangan hanya terpaku pada yang lahiriah

Nasrudin menyindir cara pandang yang hanya melihat perbedaan fisik/lahiriah (seperti pakaian, tubuh) untuk menilai seseorang. Padahal yang lebih penting adalah mengenali sifat, akhlak, dan hakikatnya, bukan hanya penampilan luar.

2. Manusia sering lupa memandang ke atas (kepada Tuhan)

Kalimat Nasrudin tentang “sibuk melihat ke bawah, lupa melihat ke atas” juga bisa dimaknai bahwa manusia sering terjebak pada hawa nafsu dan hal-hal duniawi (simbol “melihat ke bawah”), sehingga lupa untuk mengingat Allah, beribadah, dan memandang kepada hal-hal yang lebih tinggi dan bermakna.

Baca juga: Kisah Humor Nasrudin Hoja: Jubah-Jubah yang Diselundupkan

3. Cerita-cerita aneh seringkali menguji akal sehat kita

Nasrudin dengan humor cerdasnya menunjukkan bahwa tidak semua cerita yang aneh harus diterima begitu saja tanpa berpikir. Kadang kita perlu mempertanyakan dan melihat dengan sudut pandang yang lebih bijak.

Seperti biasa, kisah-kisah sufi mengajak kita tersenyum sambil merenung. Kalau ingin, aku juga bisa bantu buatkan tafsir lebih mendalam atau versi hikmah lainnya.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)