Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 15 Januari 2026
home masjid detail berita

Seni Suara di Mata Islam: Dari Madinah hingga Musiqa al-Quran

miftah yusufpati Jum'at, 12 September 2025 - 05:45 WIB
Seni Suara di Mata Islam: Dari Madinah hingga Musiqa al-Quran
Nabi tak melarang semua nyanyian. Lagu Anshar di Madinah hingga irama Al-Quran menunjukkan: seni suara adalah anugerah, selama tak membawa pada kemaksiatan. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID- Di sebuah forum kajian di Yogyakarta, seorang mahasiswa melontarkan pertanyaan sederhana tapi memantik diskusi panjang: “Apakah Islam melarang nyanyian?”

Pertanyaan itu sejatinya bukan barang baru. Sejak abad pertama Islam, perdebatan tentang seni suara sudah berlangsung, menyinggung tafsir ayat, hadis, hingga praktik keseharian Nabi.

Setidaknya ada tiga ayat yang kerap dijadikan dasar untuk memakruhkan bahkan melarang nyanyian: QS al-Isra (17): 64, QS al-Najm (53): 59–61, dan QS Luqman (31): 6.

Dalam QS al-Isra, Allah memerintahkan setan untuk “menghasung manusia dengan suaramu.” Sebagian ulama menafsirkan “suara” di sini sebagai nyanyian. Tapi mufasir lain mengingatkan, ayat itu berbicara tentang bisikan setan, bukan musik secara umum.

QS al-Najm memuat istilah samidun yang oleh sebagian kalangan dipahami sebagai “menyanyi-nyanyi.” Namun kamus klasik seperti Mu‘jam Maqayis al-Lughah mengartikannya sebagai “lengah,” bukan semata nyanyian.

Adapun QS Luqman menyinggung lahw al-hadits—“kata-kata yang tidak berguna.” Lagi-lagi, tafsir berbeda: sebagian memaknainya sebagai lagu yang menyesatkan, sebagian lain menilai konteksnya lebih luas, menyangkut segala bentuk ucapan yang menjauhkan dari kebenaran.

“Jika pun kata itu diartikan nyanyian, yang dikecam adalah nyanyian yang menyesatkan manusia dari jalan Allah,” tulis M. Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur’an (Mizan, 1996).

Baca juga: Hukum Nyanyian dan Musik Menurut Muhammadiyah, NU, dan Salafi

Rasulullah dan Lagu-Lagu Madinah

Fakta sejarah memperlihatkan Nabi Muhammad tidak melarang semua bentuk nyanyian. Riwayat populer menceritakan bagaimana kaum Anshar menyambut kedatangan beliau di Madinah dengan lagu Thala‘a al-badru ‘alaina.

Bahkan ketika dua gadis mendendangkan syair tentang Perang Badar sambil menabuh gendang, Nabi hanya menegur isi lirik yang berlebihan: “Adapun yang demikian, jangan kalian ucapkan. Tidak ada yang mengetahui besok kecuali Allah,” (HR Ahmad).

Lebih jauh, Al-Qur’an sendiri hadir dengan nada dan ritme yang khas. Surah Asy-Syams, Adh-Dhuha, hingga Al-Lahab menunjukkan susunan bunyi yang berirama.

Sebagian ilmuwan menyebut fenomena ini sebagai Musiqa al-Qur’an—musik internal wahyu. Ilmu tajwid bahkan merinci panjang-pendek bacaan, sementara ulama qira’at memperkenalkan lagu-lagu untuk memperindah pembacaan.

Nabi Muhammad pun bersabda: “Perindahlah Al-Qur’an dengan suaramu,” (HR Bukhari dan Abu Dawud).

Baca juga: Hukum Nyanyian, Al-Ghazali: Hati Manusia Diciptakan Bagai Sebuah Batu Api

Seni Suara, Seni Kehidupan

Kesimpulannya: nyanyian dalam Islam tidak otomatis terlarang. Yang ditolak adalah jika lirik atau dampaknya menjerumuskan pada kemaksiatan. Selebihnya, ia adalah bagian dari anugerah suara yang Allah titipkan pada manusia.

“Apabila seni membawa manfaat, memperindah hidup, dan memperhalus rasa keindahan, maka sunnah Nabi mendukungnya,” tegas Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur’an.

Di antara larangan dan kebolehan, nyanyian tetap bergaung. Sebagai ekspresi, ia bisa jadi sekadar hiburan, bisa pula menjadi jalan dakwah. Pada akhirnya, seperti irama Al-Qur’an, seni suara menuntut satu hal: keseimbangan antara rasa dan iman.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 15 Januari 2026
Imsak
04:17
Shubuh
04:27
Dhuhur
12:05
Ashar
15:30
Maghrib
18:18
Isya
19:33
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan