LANGIT7.ID-, Jakarta - - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (
PBNU)
KH Miftachul Ahyar mencopot
Charles Holland Taylor sebagai penasihat khusus Yahya Cholil Staquf atau
Gus Yahya untuk urusan internasional.
Pemberhentian itu tercantum dalam Surat Edaran Nomor: 4780/PB.23/A.II.10.71/99/11/2025 tentang Pencabutan Tanda Tangan dalam Surat Keputusan Penetapan Penasihat Khusus Ketua Umum PBNU untuk Urusan Internasional.
Surat tersebut ditandatangani oleh KH Miftachul Ahyar pada 22 November 2025.
Baca juga: Kesepakatan Alim Ulama Atas Polemik PBNU: Tidak Ada Pemakzulan Gus Yahya"Menindaklanjuti hasil keputusan Rapat Harian
Syuriyah PBNU pada 20 November 2025 di Jakarta, serta berdasarkan ketentuan dalam Bab XVIII Pasal 57, 58, 61, 64, 67 Anggaran Rumah Tangga NU, kami selaku Rais Aam PBNU menyatakan mencabut tanda tangan dalam Surat Keputusan PBNU Nomor 3137/PB.01/A.II.01.71/99/12/2024 tentang Penetapan Penasihat Khusus Ketua Umum PBNU untuk Urusan Internasional," bunyi kutipan keputusan tersebut yang dilihat LANGIT7.ID, Senin (24/11/2025).
Keputusan tersebut diambil karena
Holland Taylor diduga memiliki keterkaitan dengan jejaring yang dianggap berpotensi mengganggu dan mencederai posisi politik luar negeri PBNU.
Lalu, siapa Charles Holland Taylor?
Charles Holland Taylor yang memiliki nama Islam, Muhammad Kholil lahir di Winston-Salem, North Carolina, Amerika Serikat. Ia
memeluk agama Islam sejak tahun 2003.
Salah satu pendiri LibForAll Foundation ini adalah putra seorang perwira militer AS yang menghabiskan masa remajanya di berbagai negara seperti Jerman, Iran, dan Korea Selatan.
Baca juga: Media Asing Soroti Kisruh Desakan Mundur Gus Yahya dari Ketum PBNUSebelum menjadi Penasihat Khusus PBNU untuk Urusan Luar Negeri, Taylor meniti kariernya sebagai pengusaha di industri telekomunikasi.
Ia bahkan pernah menduduki jabatan sebagai CEO USA Global Link.
Pria yang akrab disapa kaum Nahdliyin dengan sapaan "Pak Kaji Muh" ini aktif membangun kerjasama strategis antara NU dan komunitas internasional. Tak jarang, ia ikut mendampingi para tokoh penting NU di kancah global.
Selain mendirikan LibForAll, Taylor juga co-founder dan COO Bayt ar-Rahmah, pendiri Gerakan Humanitarian Islam serta co founder dan CEO Center for Shared Civilization Values.
Bule muslim ini juga dikenal aktif menulis artikel di media internasional. Taylor kerap menulis tentang ekstremismie, perdamaian, dan diplokasi lintas dunia.
Selain itu, ia juga menulis buku berjudul "Ilusi Negara Islam (The Illusion of Islamic State) bersama
KH Abdurrahman Wahid.
Baca juga: Gus Yahya Tanggapi Isu Pemakzulan dengan Sikap Tenang(est)