LANGIT7.ID-, Jakarta - - Menteri Dalam Negeri
Tito Karnavian menjatuhkan sanksi berupa pemberhentian sementara
Bupati Aceh Selatan Mirwan MS.
Keputusan tersebut buntut dari langkah Mirwan berangkat
umrah bersama keluarga di tengah bencana yang melanda wilayahnya.
Baca juga: Peringatan Keras Gubernur Aceh ke Pedagang yang Naikkan Harga Sembako, Bakal Ditindak Hukum"Tentang dua keputusan SK yang sudah saya tanda tangan hari ini, berkaitan dengan Bupati Aceh Selatan. SK yang pertama mengenai pemberhentian sementara selama tiga bulan kepada saudara Mirwan MS sebagai Bupati Aceh Selatan, Provinsi Aceh," kata Tito dalam jumpa pers di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Sebelumnya, keberangkatan
Mirwan MS ke Tanah Suci dalam rangka
ibadah umrah, pada 2 Desember 2025, mendapat sorotan publik. Pasalnya, Mirwan berangkat dalam kondisi Aceh tengah dilanda bencana banjir.
Padahal, Mirwan MS selaku Bupati Aceh Selatan telah menyatakan ketidaksanggupan untuk penanganan bencana yang terjadi di wilayahnya itu.
Kemudian pada 5 desember 2025, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyatakan tidak pernah mengeluarkan izin pada Mirwan MS untuk berangkat umrah di masa tanggap darurat.
Baca juga: Gubernur Aceh Tegaskan Bantuan dari Luar Negeri Sah-sah Saja: Mereka Mau Bantu Masak Kita PersulitDewan Pimpinan Pusat (DPPD) Partai Gerindra telah memberhentikan Mirwan MS sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra di daerah tersebut.
"Kami memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selayan," ujar Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Sugiono pada 5 Desember 2025.
Setelah panen kritik dan hujatan, pada Selasa (9/12/2025), Mirwan MS meminta maaf pada publik lewat media sosial miliknya @h.mirwan_ms_official.
Dalam video tersebut, Mirwan meminta maaf kepada sejumlah pihak mulai dari Presiden Prabowo Subianto, Mendagri Tito Karnavian, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, hingga seluruh masyarakat Indonesia dan Aceh, lebih khusus terhadap warga Aceh Selatan.
"Saya Haji Mirwan MS, selaku Bupati Aceh Selatan, dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan, keresahan, dan kekecewaan banyak pihak," ujar Mirwan.
Mirwan mengakui bahwa kepergiannya di tengah bencana telah mengganggu stabilitas nasional. Karena itu, ia menyakinkan akan bekerja keras memulihkan kondisi Aceh Selatan pascabencana banjir.
"Kami berjanji akan terus bekerja, bertanggung jawab terhadap Kabupaten Aceh Selatan pasca banjir, tetap bekerja keras untuk memulihkan kepercayaan publik dan yang paling penting, memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang," pungkasnya.
(est)