LANGIT7.ID-, Jakarta - - Pedangdut
Dewi Perssik meradang karena disebut
tak memiliki empati dan menyinggung
korban bencana banjir di Aceh.
Eks istri Saiful Jamil itu meluapkan kemarahan lewat media sosial miliknya. Dalam klarifikasinya, Dewi Perssik menyoroti sejumlah akun anonim yang menyudutkannya untuk turun langsung ke lokasi bencana.
Menurut perempuan berusia 40 tahun ini, kepedulian tidak harus ditunjukkan dengan kehadiran secara langsung atau publikasi di media sosial.
Baca juga: Influencer Turki Tugba Kiara Terharu saat Korban Bencana Aceh Minta Al-Qur'an Bukan Makanan"Kenapa banyak akun kosong dan tanpa pengikut tiba-tiba mengamuk dan menyuruh saya datang ke Aceh? Apakah saya harus pamer mengenai
donasi?" ujar Dewi Perssik dalam unggahan terbaru, Senin (22/12/2025) kemarin.
Lebih lanjut, pedangdut asal Jember ini menegaskan bahwa dirinya telah berkolaborasi dengan TNI di Surabaya dalam penggalangan dana untuk korban
bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
"Saya bersama TNI menggalang dana di Surabaya untuk siapa? Apakah saya harus berteriak di media sosial agar disebut peduli? Saya memilih membantu tanpa harus berisik," tegasnya.
Ia menyayangkan sikap warganet atas potongan video yang memperlihatkan dirinya membandingkan daerah bencana.
Sebelumnya pemilik nama asli Dewi Muria Agung ini mengeluarkan komentar soal bencana banjir di Aceh dan sekitarnya saat siaran langsung di akun TikTok miliknya.
Dewi Perssik membandingkan wilayah Aceh yang telah mendapat kunjungan dari
Presiden Prabowo Subianto dengan daerah Lumajang, Jember, Jawa Timur yang juga terdampak bencana namun belum didatangi secara langsung.
Baca juga: Mualem Ajak Jamaah Masjid di Aceh Gelar Shalat Ghaib untuk Korban Bencana Sumatra"Masih mending kami didatangin Aceh sama Presiden tiga kali. Kita di Lumajang, Jember belum didatangin tapi nggak berisik," kata Dewi Perssik dalam potongan video yang diunggah akun TikTok @beritaviral17.
Penyanyi dengan julukan Depe ini bahkan tak segan menegur warganet yang melontarkan komentar negatif padanya. Menurut Dewi, sebaiknya alihkan energi untuk berdebat di media soal dengan memberikan aksi nyata pada korban bencana.
"Baiknya kita itu bersinergi, bermasyarakat, bersatu, bukan berantem-beranteman, yang ini, yang itu. Kita kan juga melihat bapak-bapak TNI itu jalan kaki siang malam ngasih bantuan, tapi ya Allah, pada nirempati banget yang ngata-ngatain," sahut Dewi.
Namun, alih-alih mendapat dukungan, komentar Dewi Perssik malah banjir hujatan dan kritikan.
Warganet menilai pernyataan Dewi Perssik yang membandingkan daerah bencana sangat tidak etis. Terlebih menilainya dari kunjungan kepala negara ke lokasi bencana.
Baca juga: IPB dan Perantau Minang Masak 1 Ton Rendang untuk Korban Bencana Sumatra"Jawa Timur separah Acehkah? Lihatlah Aceh seperti apa mba DP ngomongnya yang baik, lihat Aceh seperti apa,"
"Mereka nggak butuh didatengin presiden, percuma didatengin tapi bantuannya lambat,"
"Halo halo Aceh itu luasnya setengah jawa. Yang kena bencana 80 persen wilayah Aceh. Jangan bandingin dengan Lumajang,"
Usai pernyataannya itu, Dewi Perssik kini dinilai malah memperkeruh situasi dan menunjukkan sikap kurang empati dengan membandingkan bencana Aceh dengan Lumajang.
(est)