LANGIT7.ID-, Pakistan -
Festival Layang-layang terkenal di Pakistan kembali digelar setelah hampir dua dekade dihentikan. Tepatnya pada 2007, festival ini disetop lantaran menyebabkan insiden besar hingga berujung kematian.
Hal mengerikan terjadi disebabkan oleh tali layang-layang yang tajam, menimbulkan insiden dimana banyak orang yang berada di lokasi terjatuh, hingga terjadi kebakaran.
Buntut dari tragedi tersebut, festival inipun dihentikan hingga akhirnya pada tahun ini digelar kembali. Atas keputusan tersebut, banyak orang pun senang.
Bagi banyak orang, ini adalah pertama kalinya mereka menerbangkan layang-layang bahkan sebelumnya mereka belum pernah melihat langit di atas Lahore seperti ini.
"Ini tentang berkumpul, tentang cinta. Menerbangkan layang-layang itu menyenangkan, tetapi yang terpenting adalah mempererat ikatan," kata Kanwal Amin (48) yang berada di sana.
![Festival Layang-layang Terkenal di Pakistan Kembali Digelar setelah Disetop Selama 19 Tahun]()
(Sehari sebelum festival, pasar layangan dipenuhi pembeli. Foto: Bilawal Arbab/EPA visa BBC)
Kemudian Kashif Siddiqui, seorang apoteker tetapi mengakui bahwa kemampuan menerbangkan layang-layangnya Sudha memudar. Kashif datang bersama putranya beserta anak-anaknya atau cucu Khafis.
"Ini istimewa bagi warga Lahore, ini mengalir dalam darah kami. Ini bukan tentang layang-layang dan benang, ini tentang tradisi. Ayah saya dan kakek saya sebelumnya biasa melakukannya."
Nostalgia juga dimiliki bibi Kashif, Mina Sikander (60) yang sengaja menyempatkan diri, jauh-jauh datang dari Miami, untuk menyaksikan festival yang istimewa tersebut.
"Saya sangat menyukai festival ini. Perjalanan ini sangat berharga!", ujarnya, mengutip BBC, Selasa (10/2/2026).
Menerbangkan layang-layang bukan hanya tentang keindahan, tetapi juga tentang pertarungan untuk menjatuhkan layang-layang lawan dari langit, dengan memotong talinya.
Hal itu menyebabkan benang yang semakin tajam dan kuat, beberapa dilapisi dengan bubuk kaca, yang lain terbuat dari logam atau bahan kimia yang tidak mudah putus.
Baca juga: Menbud Fadli Zon Apresiasi Lawang Sewu Short Film Festival 2025, Film Ditegaskan sebagai Soft Power BangsaSetiap festival selalu ada kematian, termasuk anak-anak. Hal ini sangat berbahaya bagi pengendara sepeda motor yang tanpa sengaja dapat menabrak benang yang terbentang di jalan, dan melukai leher mereka. Bahkan tembakan udara sebagai perayaan dan jatuh dari atap juga menyebabkan cedera dan kematian.
Dalam upaya untuk membuat festival lebih aman, festival tersebut kini dibatasi hanya tiga hari.
Selain itu, para pengendara sepeda motor telah diberi batang logam yang mencuat di antara setang mereka, untuk mencegah benang layang-layang menjerat leher mereka.
Aturan lainnya, layang-layang besar dilarang karena membutuhkan tali yang lebih kuat dan menimbulkan risiko yang lebih besar, kata pihak berwenang.
Jaring telah dipasang di beberapa jalan. Pada tahun-tahun sebelumnya, tali layang-layang logam telah jatuh ke kabel listrik dan menyebabkan sengatan listrik kepada siapa pun yang memegangnya, sehingga menyebabkan korsleting pada kabel.
Tak hanya itu, siapa saja dilarang menerbangkan layang-layang sebelum festival resmi dimulai. Caranya, semua layang-layang yang dijual sebelum 1 Februari, disita bersama dengan tali yang dianggap berbahaya.
Faisal Kamran, Wakil Inspektur Jenderal Kepolisian Lahore, menunjukkan kepada kami beberapa dari lebih dari 100.000 layang-layang dan 2.100 gulungan tali disita oleh timnya.
Baca juga: Rhoma Irama Jadi Imam Shalat Jumat di Festival Musik Pestapora 2025Para petugas memantau langit dan atap melalui drone, petugas yang mengawasi secara langsung, dan kamera CCTV yang diposisikan ulang.
"Semua kamera ini mengawasi jalan-jalan utama kami," katanya sambil menunjuk gambar yang sekarang memperlihatkan pemandangan atap-atap rumah di Lahore.
"Kami memiliki pandangan yang baik untuk mengawasi aktivitas seperti apakah seseorang menggunakan bahan terlarang atau senjata."
Ia mengatakan kamera-kamera itu akan diarahkan kembali ke jalan-jalan setelah Basant berakhir.
Banyak yang berharap langkah-langkah ini berhasil, terutama pemerintah Punjab yang memutuskan untuk menghidupkan kembali Basant dan telah mempromosikannya.
Sementara itu, Yousaf Salahuddin telah menjadi salah satu pendukung dan pembela utama festival ini selama beberapa dekade. Pada tahun 1980-an, ia menjamu para tokoh terkemuka Pakistan di festival tersebut dan mengundang media untuk meliputnya guna meningkatkan profilnya. Ia mengatakan hal itu juga memberikan dampak finansial bagi kota tersebut. (*/lsi/bbc)
(lsi)