Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 15 April 2026
home global news detail berita

MUI Minta Masyarakat Tidak Terpancing Emosi Terkait WNA Protes Suara Tadarusan

lusi mahgriefie Selasa, 24 Februari 2026 - 08:01 WIB
MUI Minta Masyarakat Tidak Terpancing Emosi Terkait WNA Protes Suara Tadarusan
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Riuh soal seorang perempuan warga negara asing (WNA) yang ngamuk karena merasa terganggu suara tadarusan pada malam pertama Ramadhan di Dusun Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Terkait hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat tidak terpancing emosi.

"Semua pihak harus menahan diri (imsak) terutama orang yang sedang puasa. Dampaknya juga kepada lingkungan sebaiknya menahan diri jangan emosi atau mengamuk, karena bisa disampaikan dengan cara arif dan bijaksana," kata Amirsyah kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Amirsyah mengingatkan untuk tetap menjaga suasana Ramadhan tetap kondusif. "Masyarakat yang menjalankan tadarus juga perlu menjaga kekhusyukan dan ketertiban agar tercipta rasa aman dan penuh persahabatan," imbuhnya.

Amirsyah juga mengingatkan pentingnya toleransi di daerah tujuan wisata yang banyak dikunjungi turis mancanegara. Ia berharap para tamu asing dapat memahami adat dan kearifan lokal setempat.

Baca juga: Buntut WNA Ngamuk Masuk Musala karena Suara Tadarusan, Kemenag Ingatkan Aturan Pengeras Suara

Respons serupa disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Rahmat Hidayat. Ia mengajak semua pihak menempatkan syiar Islam secara proporsional-tetap semarak, namun tidak mengusik ketenteraman bersama.

Ia mengatakan bahwa tadarus merupakan tradisi mulia yang mengakar kuat di tengah umat Islam, terlebih pada bulan Ramadan.

"Tadarusan itu amalan yang sangat baik dan dianjurkan. Rasulullah SAW pun bertadarus bersama Malaikat Jibril. Tradisi kita menerjemahkannya dengan membaca Al-Quran bersama, saling menyimak dan mengoreksi bacaan," ujar Rahmat Hidayat di Jakarta, dikutip Selasa (24/2/2026).

"Suara yang indah, merdu dan syahdu perlu untuk syiar di bulan Ramadan yang penuh rahmat dan ampunan serta berkah dari Allah SWT," ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kebaikan sejatinya harus dilakukan dengan cara yang baik pula. Menurut Rahmat, yang perlu dicermati bukanlah tadarusnya, melainkan cara mengeksposnya ke ruang publik.

"Ada hadis yang mengajarkan, ketika membaca Al-Quran hendaknya dipelankan agar tidak mengganggu orang yang sedang tidur atau sakit. Pendek kata, kebaikan jangan sampai menjadi kontraproduktif karena caranya," tegasnya.

Baca juga: Mengenal Aturan Negara Lain tentang Penggunaan Pengeras Suara Masjid

Terkait insiden yang terjadi di NTB dimana wilayah tersebut dikenal sebagai tempat wisata yang memungkinkan dikunjungi wisatawan dari berbagai negara dan beragam budaya serta kepercayaan, Rahmat mengingatkan pentingnya saling memahami. Wisatawan, kata dia, perlu menyadari tradisi masyarakat setempat.

"Ini wilayah muslim dengan tradisinya. Jika ada hal yang kurang berkenan, seharusnya disampaikan melalui cara dan saluran yang tepat, bukan dengan kemarahan yang justru memicu kegaduhan," ujar dia.

Mengakhiri pernyataannya, Rahmat mengajak masyarakat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut.

"Kita edukasi wisatawan tentang tradisi kita, dan kita juga berbenah dalam pelaksanaan syiar agar tetap menenangkan, bukan mengusik," pungkasnya.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 15 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:55
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)