LANGIT7.ID-, Jakarta - - Wanita yang berhalangan menjalani puasa
Ramadhan karena haid dan nifas, tentunya tidak ingin kehilangan momen di mana Allah SWT akan melipatgandakan pahala
ibadah di bulan suci ini.
Jangan berkecil hati, sebab wanita tersebut masih bisa melakukan ibadah lain dan anjurannya memang jelas dalam dalil yang bersifat umum. Jadi wanita yang sedang haid tetap bisa mendulang pahala di bulan suci dan tetap menjaga hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Berikut ini ibadah yang bisa dilakukan perempuan yang sedang haid atau nifas, agar tetap bisa mendulang pahala, di antaranya:
1. Mencari Ilmu"Belajarlah ilmu, sesungguhnya belajar ilmu kerana Allah adalah suatu bentuk ketakwaan. Mencari ilmu adalah ibadah, menelaahnya adalah tasbih, dan mengkajinya adalah jihad." (HR Ad-Dailami).
Mencari ilmu menjadi pilihan bagus ibadah bagi perempuan yang sedang haid atau nifas, baik dilakukan secara otodidak dengan membaca buku atau kitab, ataupun melalui bimbingan guru dengan mendatangi majelis-majelis ilmu.
Mencari ilmu dalam Islam bersifat wajib (faridlah). Manfaatnya yang sangat besar bagi diri sendiri dan orang lain membuat kegiatan tersebut masuk kategori ibadah, bahkan setara dengan jihad.
Baca juga: Cara Membayar Utang Puasa karena Hamil dan Menyusui Berbeda dengan Wanita Haid2. BerdzikirDzikir adalah perbuatan yang dianjurkan untuk siapa saja dan kapan saja. Dzikir adalah indikasi hidupnya hati.
Rasulullah dalam hadits riwayat Imam Bukhari bersabda: Perumpamaan antara orang yang dzikir pada Tuhannya dan yang tidak, seperti antara orang yang hidup dan yang mati. Jenis dzikir sangat banyak, bisa berupa ucapan tasbih, tahmid, takbir, hauqalah, dan lain sebagainya.
Dzikir juga menjadi salah satu cara mengingat Allah SWT. Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Quran:
"Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingat kalian." (QS. Al-Baqarah: 152)
Selain itu, aktif dalam majelis istighotsah, tahlilan, atau forum dzikir lainnya karena itu termasuk bernilai ibadah.
Dalam konteks Ramadhan, umat Islam dianugerahi kesempatan lailatul qadar yang disebut Al-Quran setara dengan seribu bulan. Meski banyak ulama yang meyakini momen itu jatuh pada sepuluh terakhir Ramadhan, sejatinya jadwal pastinya hanya Allah yang tahu.
Perempuan haid atau nifas, sebagaimana umat Islam pada umumnya, sangat dianjurkan memanfaatkan hari demi hari, detik demi detik, sepanjang bulan suci untuk beribadah.
3. BerdoaDoa juga menjadi pilihan ibadah yang mudah dan sangat dianjurkan bagi perempuan yang sedang haid atau nifas.
Doa bisa dilafalkan dengan bahasa apa saja, kapan saja, dan oleh siapa saja, termasuk oleh perempuan yang sedang haid atau nifas. Lebih dari sekadar meminta, doa mengandung ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah.
Baca juga: Hukum Mengganti Utang Puasa karena Haid, Lengkap dengan Tata Cara dan Niat4. Melakukan Kegiatan SosialDi samping ibadah-ibadah yang bersifat ritual, umat Islam juga diperintahkan untuk memperbanyak kegiatan positif yang bersifat sosial. Bisa berupa pergaulan secara baik, donor darah, menanam pohon, memberi makan kaum fakir, memudahkan urusan orang lain, mengajar, menyediakan buka puasa bagi anak-anak jalanan, dan lain sebagainya.
Bahkan aktivitas perempuan haid yang menghidangkan sajian berbuka untuk keluarga juga terhitung ibadah.
Demikian ibadah yang bisa dilakukan oleh perempuan yang sedang haid atau nifas di sepanjang bulan Ramadhan.
Jadi jangan takut tidak mendapat apa-apa di bulan suci ini, selama para muslimah tetap istiqomah dalam beribadah.
(lsi)