Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 06 Juni 2026
home global news detail berita

Runtuhnya Sebuah Keangkuhan, Pertanda Era Amerika Serikat dan Israel Akan Berakhir

tim langit 7 Kamis, 12 Maret 2026 - 12:04 WIB
Runtuhnya Sebuah Keangkuhan, Pertanda Era Amerika Serikat dan Israel Akan Berakhir
Oleh: Anwar Abbas


Puluhan tahun rakyat Palestina hidup dalam penderitaan panjang akibat konflik dengan Israel. Tanah mereka dirampas, rumah-rumah dihancurkan, dan banyak keluarga dipaksa meninggalkan tanah kelahiran sendiri. Perlawanan demi perlawanan muncul, tetapi kekuatan militer yang timpang membuat perjuangan tersebut sering kali berakhir dengan kekalahan. Persenjataan Israel yang jauh lebih modern dan mematikan membuat rakyat Palestina tidak memiliki banyak ruang untuk melawan.

Harapan sempat tertuju pada Hamas sebagai salah satu kelompok perlawanan Palestina yang dikenal paling revolusioner. Namun realitas di medan perang menunjukkan keterbatasan yang besar. Persenjataan yang tidak seimbang membuat perlawanan mereka tidak mampu menahan gempuran militer Israel dalam jangka panjang. Gaza, yang menjadi basis utama perlawanan, porak-poranda dan hancur akibat serangan yang terus-menerus.

Situasi yang selama ini seolah tidak berubah itu kemudian mengalami titik balik yang mengejutkan dunia. Dendam dan kemarahan yang selama ini dipendam rakyat Palestina justru menemukan momentum melalui kekuatan lain di kawasan Timur Tengah, yakni Iran. Negara yang selama ini kerap diremehkan oleh para pemimpin Israel dan Amerika Serikat itu tiba-tiba tampil sebagai kekuatan yang berani menantang dominasi militer mereka.

Ketegangan meningkat drastis ketika Iran menjadi sasaran serangan militer Israel dan Amerika Serikat. Serangan tersebut bahkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Peristiwa itu menjadi pemicu kemarahan besar di Teheran dan memicu respons militer yang sangat keras.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan dalam skala besar. Ribuan drone dan misil dilepaskan menuju berbagai target strategis. Langit Israel digambarkan memerah oleh lintasan proyektil yang melesat tanpa henti. Serangan itu menghantam berbagai titik penting dan menimbulkan kerusakan besar.

Gedung-gedung tinggi yang sebelumnya berdiri kokoh berubah menjadi puing dalam hitungan detik. Api berkobar di berbagai lokasi, sementara warga Israel berlarian menyelamatkan diri. Kepanikan meluas, tangisan dan teriakan terdengar di berbagai sudut kota ketika sirene peringatan berbunyi tanpa henti.

Peristiwa ini menjadi gambaran dramatis tentang bagaimana situasi dapat berubah sangat cepat dalam konflik geopolitik. Keangkuhan dan rasa superioritas yang selama ini diperlihatkan oleh Israel dan Amerika Serikat seolah mendapat tantangan yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Kota-kota penting seperti Tel Aviv dan Haifa tidak luput dari serangan. Bahkan fasilitas militer strategis disebut-sebut ikut menjadi sasaran. Dunia internasional pun terkejut melihat skala operasi militer Iran yang begitu besar serta keberanian negara tersebut dalam menghadapi dua kekuatan militer besar sekaligus.

Banyak pihak sebelumnya tidak memperkirakan Iran mampu menghadapi Israel dan Amerika Serikat secara langsung melalui kekuatan militernya. Namun strategi perang yang dijalankan menunjukkan kesiapan yang tidak dapat dianggap remeh. Serangan yang dilakukan secara bergelombang membuat sistem pertahanan lawan menghadapi tekanan yang sangat berat.

Situasi yang memanas kemudian memunculkan wacana gencatan senjata. Upaya itu dipandang sebagai langkah untuk meredakan eskalasi konflik yang berpotensi meluas. Namun dalam dinamika perang, keputusan untuk menghentikan atau melanjutkan konflik sering kali tidak berada pada satu pihak saja.

Di sisi lain, tekanan juga muncul dari dalam negeri Israel sendiri. Warga yang sebelumnya percaya pada kemampuan pemerintah untuk menjamin keamanan mulai menunjukkan kepanikan. Ketakutan akan serangan yang terus berlanjut membuat sebagian masyarakat mempertanyakan arah kebijakan yang diambil oleh para pemimpin mereka.

Perubahan situasi tersebut memperlihatkan bagaimana keseimbangan kekuatan di kawasan dapat bergeser. Konflik yang selama puluhan tahun tampak berjalan dalam pola yang relatif sama kini menghadapi kemungkinan perubahan besar.

Dalam perspektif geopolitik yang lebih luas, peristiwa ini juga memunculkan diskusi tentang pergeseran kekuatan global. Dominasi lama yang selama ini dipegang oleh Amerika Serikat dan sekutunya dinilai mulai menghadapi tantangan dari kekuatan baru di panggung internasional.

Negara-negara seperti China, Rusia, India, dan Iran semakin sering disebut sebagai bagian dari tatanan kekuatan dunia yang sedang berkembang. Dinamika ini membuat banyak pengamat menilai bahwa dunia sedang memasuki fase transisi menuju konfigurasi geopolitik yang berbeda.

Jika perubahan tersebut benar-benar terjadi, maka sejarah akan mencatatnya sebagai bagian dari proses panjang yang dipicu oleh konflik, persaingan kekuatan, dan perubahan keseimbangan global.

Pada akhirnya, berbagai peristiwa besar dalam sejarah sering kali lahir dari akumulasi tindakan dan keputusan para pelaku utama di panggung dunia. Ketika kekuasaan dijalankan dengan kesombongan dan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap kemanusiaan, sejarah kerap menghadirkan koreksi dengan cara yang tidak terduga.

Keruntuhan sebuah keangkuhan, dalam banyak kasus, bukan semata-mata disebabkan oleh kekuatan lawan. Ia sering lahir dari konsekuensi tindakan sendiri yang pada akhirnya memicu perlawanan yang lebih besar. (Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 06 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)