LANGIT7.ID - , Jakarta - Selain itu, absen pekerja pun berkurang serta adanya peningkatan kesejahteraan secara keseluruhan.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, perusahaan teknologi keuangan berbasis syariah, Alami, memulai inisiatif #Bye5 yaitu uji coba pemberlakukan empat hari kerja dalam seminggu. Sehingga hari Jumat dapat dimanfaatkan karyawan untuk beribadah dan menyediakan lebih banyak waktu untuk beristirahat bersama keluarga.
Insitiaf tersebut dimulai ALAMI bertepatan dengan momen Hari Kesehatan Mental Sedunia, yang jatuh pada 10 Oktober 2021.
Langkah tersebut terbilang berani, bahkan bisa dibilang baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Namun, inisiatif tersebut bukan tanpa dasar. Berbekal dengan beberapa hasil penelitian, salah satunya adalah survei yang dilakukan oleh Harvard Business Review di tahun 2019.
Baca juga : BSI Sasar Mahasiswa untuk Tingkatkan Literasi Keuangan SyariahDalam penelitian tersebut disebutkan bahwa 64% pemimpin dari perusahaan yang telah menerapkan program empat hari kerja melaporkan adanya peningkatan produktivitas staf dan kualitas kerja yang
ALAMI merasa siap untuk menjalankan uji coba program ini terlebih karena diawali dengan ikhtiar yang bertujuan pada kualitas karyawan serta bekal baik mereka di akhirat.
"Ada berbagai permasalahan dalam hidup setiap orang, seperti masalah kesehatan, keuangan, keselamatan, keluarga di rumah, dan tentunya tidak ada satu pun orang yang menginginkan pekerjaannya menjadi sumber stres tambahan. Perusahaan justru harus mengambil inisiatif, karena stres dapat membawa dampak buruk bagi pekerja dan juga perusahaan," pungkas CEO ALAMI Dima dalam keterangan resminya, Kamis (14/10/2021).
Inisiatif ini dinilai cukup strategis sebagai upaya untuk menjaga kualitas hidup karyawan di tengah situasi yang kurang menguntungkan bagi para pekerja dan pengusaha di seluruh dunia ini.
Selain dimaksudkan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental pekerja, pemberlakuan 4 hari kerja ini sekaligus menyediakan hari Jumat sebagai hari libur yang dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah.
Manajemen ALAMI menyediakan kegiatan-kegiatan ibadah bagi para karyawan di hari Jumat, di antaranya membaca surat Al-Kahfi bersama-sama setelah subuh, dan sharing session serta kajian ilmu yang diisi oleh para asatidz.
Baca juga : Wapres Sebut Konsep Triple Bottom Line dalam Ekonomi dan Keuangan Syariah"Kami memandang karyawan lebih dari sekedar angka dalam laporan operasional. Mereka adalah manusia yang juga memiliki beragam kebutuhan hidup. Pada akhirnya, setiap orang tidak hanya mencari nafkah, pengalaman dan karir di tempat kerja, tapi juga melihat apa yang dilakukan perusahaan yang dapat memperkaya kualitas hidup mereka," ujar Dima.
Sesuai dengan tema Hari Kesehatan Mental Sedunia tahun ini, sebagaimana ditetapkan oleh World Federation for Mental Health adalah Mental Health in an Unequal World, menyerukan agar akses layanan kesehatan mental dapat tersedia lebih luas untuk semua orang.
Tempat kerja sebagai salah satu tempat yang dianggap menjadi penyebab terbanyak pada gangguan mental, diharapkan untuk turut serta mendukung kampanye ini dengan menyediakan iklim kerja yang menempatkan kesehatan fisik dan mental pekerja sebagai salah satu target pencapaian perusahaan.
“Harapan kami dengan diberlakukannya program 4 hari kerja beserta program-program yang disediakan di ALAMI, karyawan dapat bekerja dengan lebih bahagia, dan fisik serta mentalnya pun lebih sehat, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas dan semangat kerja,” Dima menambahkan.
Di samping inisiatif tersebut, ada beberapa program lain yang diberlakukan untuk karyawan, yaitu menjalankan program 3T yaitu Tadarus, Tahsin dan Tahfiz yang dilakukan di pagi hari sebelum memulai bekerja setiap hari.
Para asatidz juga sering kali dihadirkan untuk mengisi kajian Jumat agar para squad terus dipertemukan dengan majelis ilmu setelah bekerja seminggu penuh.
(est)