LANGIT7.ID-, Jakarta - - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul memberikan penjelasan terkait isu anggaran pengadaan sepatu untuk murid Sekolah Rakyat yang mencapai angka fantastis yakni Rp27,5 miliar, dengan perkiraan Rp700 ribu untuk sepasang sepatu.
Dari data yang beredar, total anggaran Rp27,5 miliar untuk pengadaan 39.345 pasang sepatu. Hal ini pun menuai sorotan publik yang mempertanyakan mengenai transparansi anggaran.
Pasalnya, harga tersebut dinilai cukup tinggi jika dibandingkan dengan harga sepatu sekolah di pasaran yang umumnya berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Apalagi beredar informasi bahwa sepatu yang dimaksud adalah sepatu buatan lokal.
Lantas publik pun mengkritisi faktor apa yang menyebabkan harga sepatu dalam program ini bisa melambung hingga berkali lipat dari harga pasar.
Mensos menegaskan bahwa anggaran pengadaan sepatu Sekolah Rakyat pada tahun 2026 telah direncanakan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan dasar siswa.
Baca juga: Heboh Anggaran Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp27,5 Miliar, Harga Per Pasang Rp700 RibuIa memastikan proses pengadaan akan berlangsung transparan serta diawasi ketat oleh lembaga resmi maupun masyarakat luas guna mencegah praktik penyimpangan.
"Untuk penganggaran nanti detailnya bisa dikonfirmasi lebih lanjut ya. Tapi pada dasarnya penganggaran kita semua untuk siswa. Semua untuk siswa," ujar Gus Ipul melalui akun resmi Instagram Kemensos, dilansir Senin (4/5/2026).
Gus Ipul menambahkan, kebutuhan siswa dalam program Sekolah Rakyat tidak hanya terbatas pada penyediaan sepatu. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk berbagai kebutuhan dasar lainnya.
"Intinya, penganggaran di Sekolah Rakyat itu semua adalah untuk kebutuhan siswa, di samping untuk kebutuhan operasional. Kebutuhan siswa apa saja? Untuk makan, untuk minum, untuk seragam, ya termasuk sepatu, dan lain sebagainya," jelas dia.
Harga Sepatu Per Pasang Rp700 RibuMengenai harga sepatu mencapai Rp700 ribu per pasang, Gus Ipul menjelaskan hal tersebut sekadar alokasi dana namun kepastiannya masih menunggu proses lelang.
"Harga tentu itu alokasinya, nanti ada proses lelang dan sebagainya, bisa jadi lebih murah dari alokasi yang ada. Soal harga tentu kami serahkan sepenuhnya pada proses pengadaan yang ada," ujarnya.
Gus Ipul menegaskan tidak akan segan menindak pihak terkait apabila terjadi pelanggaran dalam pengadaan sepatu ini. "Kami sampaikan pada teman-teman pengadaan di Kemensos, kerjanya diawasi lembaga resmi dan masyarakat luas, jangan ada penyimpangan dan diintervensi."
Baca juga: Mensos Ingatkan Pemda, Tak Ada Pembukaan Pendaftaran Sekolah RakyatBersama wakil menteri-nya, Gus Ipul berkomitmen untuk tidak ikut serta ataupun mengintervensi dalam proses ini lelang pengadaan sepatu tersebut. Apabila ditemukan penyimpangan maka ia menegaskan tidak akan segan melaporkan hal ini ke penegak hukum.
"Lakukan sesuai prosedur, jika ada pelanggaraan saya sendiri tidak segan akan melaporkan ke penegak hukum. Soal detail harga bisa dilihat dan dikawal bersama nantinya," tegasnya.
(lsi)