LANGIT7.ID - Mulai tahun ajaran baru 2021, sekitar 500 ribu siswa atau santri madrasah binaan Kementerian Agama (Kemenag) RI telah memiliki akses ke platform pembelajaran digital dari Alef Education. Platform berbasis
Artificial Intelligence (AI) dari Alef Education itu merupakan pemenang penghargaan dari Kemenag RI untuk peningkatan kualitas belajar secara daring.
Alef Education merupakan penyedia teknologi pendidikan global terkemuka yang mengusung pembelajaran abad ke-21. Alef Education dan Kemenag telah menandatangani kesepakatan pada November 2020 untuk mentransformasi sektor pendidikan menggunakan teknologi canggih. Platform itu akan memberikan pengalaman belajar yang dapat disesuaikan bagi kebutuhan siswa madrasah.
Pada tahun ajaran baru ini, siswa kelas VII di berbagai madrasah akan menjalani pengalaman belajar matematika menggunakan Alef Platform berbasis
Artificial Intelligence. Pembelajaran digital dari platform itu diselaraskan dengan standar kurikulum Indonesia dan menggunakan metode GASING untuk mendukung prestasi siswa.
CEO Alef Education, Geoffrey Alphonso, menyebut Alef Education berkomitmen mengubah industri pendidikan global. Ekspansi mereka ke Indonesia merupakan pencapaian terbesar dan paling strategis untuk mewujudkan komitmen tersebut.
“Kami sangat senang dapat memperluas layanan kami ke Indonesia melalui kemitraan dengan Kementerian Agama, dan kami harap siswa di Indonesia dapat menikmati pendekatan baru untuk belajar melalui platform kami,” kata Geoffrey Alphonso melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (14/7).
Geoffrey Alphonso mengklaim, melalui platform itu siswa bisa menyesuaikan pengalaman belajar sesuai kebutuhan mereka. Dia menyebut platform itu sangat cocok untuk sistem pembelajaran daring saat ini. Tak hanya memberikan kemudahan kepada siswa, platform itu juga mendukung para guru dalam menyampaikan materi dengan cara menarik, terutama dalam aspek penilaian dan manajemen peserta didik.
Platform itu memuat data
real-time yang bisa dilihat oleh guru dan siswa. Sistem terpusat juga memanfaatkan
Machine Learning dan
Big Data untuk menyediakan
actionable data dan rekomendasi intelijen yang akurat kepada Kemenag.
Hingga saat ini, Alef Education telah bekerjasama dengan 400 sekolah Uni Emirat Arab (UEA), Amerika Serikat, Kanada, Belanda, dan kini Indonesia. Ada tiga produk yang mereka tawarkan yakni Alef Platform, Abjadiyat, dan Arabits.
Platform itu memberikan solusi proses belajar mengajar yang memanfaatkan data real-time. Abjadiyat adalah platform pembelajaran bahasa Arab yang menawarkan konten menarik dan interaktif dari level taman kanak-kanak hingga kelas 4 Sekolah Dasar. Arabits adalah sistem pembelajaran bahasa Arab lengkap yang membantu siswa dari segala usia belajar, berlatih, dan meningkatkan keterampilan bahasa Arab mereka, yang didukung oleh
Artificial Intelligence.
Sementara Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan lanskap pendidikan telah mengalami pergeseran paradigma, terutama pada masa pandemi Covid-19. Atas dasar itu, dia menilai sangat penting meningkatkan standar pendidikan Kemenag, sekaligus melengkapi gaya belajar tradisional. Peningkatan itu salah satunya melalui pembelajaran digital melalui Alef Platform.
“Alef Education adalah pemimpin teknologi pendidikan global yang telah merevolusi pendidikan, dan kami senang sekali dapat bekerja sama dengan mereka untuk memodernisasi pengalaman belajar siswa. Implementasi Alef Platform akan mendukung tujuan kami untuk meningkatkan nilai pada
Programme for International Student Assessment (PISA) serta literasi numerik untuk siswa madrasah di bawah Kemenag,” kata Yaqut.
(jqf)