Langit7, Jakarta - India diketahui memiliki potensi besar dalam penguasaan pasar rempah global. Hal itu dikarenakan target utama strategisnya berasal dari industri makanan olahan, masyarakat umum, serta industri kebutuhan pangan.
Indonesia Trade and Promotion Center, Chennai, Kumara Jati mengatakan, sektor makanan yang mengandung bahan rempah sangat potensial memperluas pasar. Hal itu terlihat dari data statistik terbaru menunjukkan tumbuhnya sektor tersebut hingga 15-20 persen.
"Konsumsi rempah India juga cukup tinggi, yakni sekitar 3,25 kilogram setahun. Mereka juga mengolah rempah untuk pengobatan," katanya secara daring di acara Rembukraya: Menoreka Praktik Terbaik dalam Tata Niaga Rempah, Selasa (19/10).
Baca juga: Punya Peluang Besar, Indonesia Targetkan Kuasai Pasar Global untuk Komoditas RempahBerbeda dengan Indonesia, lanjut dia, India sendiri berupaya untuk memberikan nilai tambah komoditas rempahnya menjadi bahan olahan. Untuk itu, Indonesia perlu meningkatkan kualitas produk yang baik.
"Selain itu, Indonesia juga perlu meningkatkan nilai tambah rempah, termasuk mengikuti tren permintaan pasar terbaru," jelasnya.
Baca juga: Kiat Sukses Berdagang Tauladan Nabi Muhammad SAWTantangan lain untuk bisa memperluas pasar rempah, yakni memproduksi produk turunan dari rempah itu sendiri. Apalagi, India juga lebih memilih impor bahan baku dan bahan penolong untuk meningkatkan produksi makanan olahan domestik.
"Meningkatnya kesadaran konsumen tentang manfaat obat-obatan yang terkait dengan konsumsi rempah juga diharapkan dapat meningkatkan permintaan rempah dan bumbu di India," katanya.
(zul)