LANGIT7.ID-Jakarta; Iran belum membahas rencana penerapan tarif bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan pembahasan dengan Oman saat ini masih berfokus pada upaya memastikan jalur pelayaran aman di kawasan tersebut.
Dalam konferensi pers mingguan pada Senin, Baghaei mengatakan pembukaan kembali Selat Hormuz kini bergantung pada pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS).
Menurut dia, selama tindakan yang dianggap bermusuhan masih berlangsung, kondisi yang diperlukan untuk menjamin keamanan jalur perairan strategis tersebut belum terpenuhi.
Baghaei menegaskan pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada penghentian langkah-langkah AS yang disebutnya ilegal, pencabutan blokade, serta pemberian kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan.
Ia juga menjelaskan bahwa perundingan antara Iran dan Oman saat ini diarahkan untuk membangun jalur pelayaran yang aman.
Baghaei kembali menegaskan posisi Iran bahwa penutupan Selat Hormuz terjadi sebagai dampak agresi Amerika Serikat dan Israel.
Dia menekankan bahwa pembicaraan dengan Muscat tersebut "tidak ada hubungannya dengan masalah politik."
Di sisi lain, Baghaei mengatakan Iran tengah menyusun "mekanisme untuk memantau keamanan, melindungi lingkungan dan memerangi kejahatan di laut."
Terkait kemungkinan adanya tarif, dia menjelaskan bahwa biaya akan dikenakan untuk layanan maritim yang diberikan kepada kapal-kapal yang melintas.
(lam)