LANGIT7.ID - , Jakarta - Tak ada yang bisa menyangkal kalau gula merupakan musuh dari hidup sehat. Meski begitu, sangat sulit juga untuk tidak mengkonsumsi makanan manis seperti cake, es krim dan sebagainya.
Tapi, bukan berarti kita harus menghindari gula sepenuhnya. Kunci dari gaya hidup sehat sebenarnya adalah dengan menjaga pola makan yang tidak berlebihan. Begitu pun dengan konsumsi gula atau pemanis buatan, yang bisa Anda alihkan ke gula alami yang terkandung dalam buah-buahan, sayur dan susu.
Nah, agar tak kebablasan, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa tanda yang ditunjukkan tubuh saat terlalu banyak mengkonsumsi gula tambahan.
1. Lemak di bagian perut Mengkonsumsi makanan yang tinggi kalori bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Tapi, sejatinya makan makanan dengan kandungan gula buatan lebih cepat dalam menambah berat badan.
Bagaimana bisa? Menurut direktur program Emory Lifestyle Medicine & Wellness Sharon Bergquits, MD, kelebihan glukosa diubah menjadi glikogen di otot dan hati. Saat cadangan glikogen mencapai kapasitas maksimal, glukosa yang masih tersisa akan menjadi trigliserida atau lemak.
Baca juga : Berat Badan Turun Drastis Ivan Gunawan: Aku Takut DiabetesSeiring waktu, lemak tersebut menumpul di sekitar organ vital seperti jantung, hati, dan pankreas. Akibatnya, di bagian pinggang pun bertambah beberapa inci. Menurut Direktur Medis The Center for Functional Medicine Cleveland Clinic Elizabeth Bradley, seperti dikutip dari Livestrong, mengatakan kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko penyakit kronis seperti kardiovaskular, sindrom metabolik dan hipertensi.
Di samping itu terlalu banyak makan gula tambahan juga bisa menyebabkan perubahan hormonal bahkan mengacaukan nafsu makan.
2. Lemas “Ketika kita mengonsumsi terlalu banyak gula tambahan, terutama tanpa memiliki cukup serat, lemak dan protein, insulin disekresikan dengan cepat untuk membantu menstabilkan kadar gula darah,” Ahli Diet asal New York, Laura Burak.
Pelepasan insulin yang cepat ini menyebabkan penurunan kadar gula darah yang sama cepatnya. Karena hormon tersebut bekerja untuk menghilangkan kelebihan glukosa dari darah. Hasilnya, badan menjadi lemas.
"Banyak orang, terutama mereka yang hidup dengan diabetes merasakan naik turunnya gula darah yang berpengaruh terhadap tingkat energi secara keseluruhan," kata Burak.
Agar terhindar dari kondisi tersebut, pilihlah makan dengan kandungan karbohidrat yang menghasilkan kenaikan gula darah secara stabil, seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian.
"Gula alami dalam makanan utuh ini terikat pada serat dan dicerna lebih lambat, itulah sebabnya mereka meningkatkan gula darah secara bertahap," kata Dr. Bergquist.
3. Munculnya jerawat Tanda lain yang bisa Anda rasakan dari banyak mengkonsumsi gula dan karbohidrat olahan adalah tumbuhnya jerawat pada wajah. Dibanding dengan diet rendah glikemik, yang kaya akan makanan seperti sayuran segar, kacang-kacangan, dan oat berserat malah dapat membantu mengurangi jerawat. Hal ini dikarenakan, diet rendah glikemik tidak mengandung gula tambahan sehingga bisa membantu menurunkan produksi sebum atau minyak pada kulit.
Tingkat insulin yang tinggi dalam darah memicu pelepasan hormon yang meningkatkan produksi sebum. Karena itu makanan manis bisa memicu sekresi insulin.
4. Kecanduan makanan manis Saat makan makanan manis, pastinya membuat kita merasa lebih baik pada saat itu. Hanya saja, kemudian hal tersebut malah membuat keinginan terus mengkonsumsi makanan manis lagi. Ini sangat wajar, karena konsumsi gula yang tinggi berhubungan dengan jalur saraf. Karenaya, saat jalur ini distimulasi secara berlebihan, maka saat memakan kue diasosiasikan sebagai kesenangan.
"Karena itu banyak yang membandingan mengkonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi sama saja dengan ketergantungan obat," kata Burak.
"Serotonin dan dopamin, hormon perasaan baik itu, dikeluarkan dari otak kita ketika kita makan makanan manis, dan hasilnya kita mengalami rasa bahagia dan ketenangan sementara." lanjutnya.
Ketergantungan ini bisa meningkatkan keinginan atau ngidam makan makanan manis. Terutama saat kondisi lelah, stres, atau kewalahan, kebanyakan orang mendambakan makanan manis agar kondisi lebih baik.
Baca juga : Beda Gula Darah, Periksa Kolesterol Tak Disarankan lewat Ujung Jari5. Hasil tes darah jelek Mengkonsumsi gula tambahan secara berlebihan dapat menyebabkan resistensi insulin, yang pada waktunya bisa mengakibatkan diabetes. Untuk dapat mengetahui asupan gula tambahan mempengaruhi kesehatan Anda atau tidak, lakukan tes untuk melihat kadar gula darah, hemoglobin A1c, trigiserida, dan insulin pada dokter spesialis.
"Hemoglobin A1c adalah tes darah yang mengukur rata-rata kadar gula darah selama dua hingga tiga bulan. Jadi ini adalah tes paling akurat untuk mendeteksi kontrol glikemik Anda dan bagaimana trennya dari waktu ke waktu," kata Burak.
Kadar trigliserida juga dapat memberikan informasi apakah asupan gula tambahan Anda terlalu tinggi atau tidak. Sebab itu, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kelebihan gula dapat diubah menjadi trigliserida atau lemak yang banyak ditemukan dalam darah.
(est)