LANGIT7.ID - , Jakarta - Bersin merupakan suatu proses alamiah yang biasa terjadi pada seseorang. Saat bersin akan datang, biasanya didahului dengan rasa gatal yang menggelitik pada hidung. Umumnya bersin disebabkan oleh masuknya debu atau kotoran. Tapi ada beberapa faktor lain yang menyebabkan bersin.
Founder dan pemilik klinik kecantikan A+ Derma Clinic Dr. Atika Kusuma Dewi, SpKK mengatakan, secara ilmiah bersin merupakan sistem mekanisme pertahanan tubuh terhadap masuknya benda asing atau alergen pada hidung.
"Bersin terjadi karena rangsangan dalam rongga hidung, yang disebabkan alergen mulai dari debu, bulu binatang, virus, asap, atau bahkan sebagai reaksi alergi." ujar Atika Kusuma pada Langit7, Kamis (28/10/2021).
Baca juga : Saat Bersin, Yuk Amalkan Sunnah Rasulullah Satu IniDalam prosesnya, tubuh akan mengeluarkan kotoran atau kuman dari saluran pernafasan yang masuk dan menyebabkan rangsangan. Melalui bersin, tubuh melakukan apa yang harus dilakukan untuk membersihkan kotoran dalam hidung secara otomatis.
"Bersin adalah pertahanan tubuh, sama seperti batuk yang mendadak tersedak karena ada makanan atau minuman. Itu adalah respon pertahanan tubuh karena ada yang tidak pas atau sesuai." papar Atika.
Bersin dalam IslamSebagai agama yang sempurna, Islam juga mengatur masalah bersin, termasuk adab ketika bersin. Bersin disebut juga sebagai salah satu nikmat yang diberikan Allah SWT. Nikmat karena manfaat dapat membersihkan alergen seperti yang dijelaskan di atas.
Karena bagian dari nikmat, maka hendaknya mengucapkan pujian kepada Allah SWT, yaitu mengucapkan Alhamdulillah yang berarti segala puji bagi Allah.
Kemudian anjuran selanjutnya adalah setelah mengucapkan Alhamdulillah maka ia berhak mendapatkan doa dari sesama muslim yang berada disekitarnya dengan doa, "yarhamukallah" yang berarti semoga Allah merahmatimu.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa hak seorang muslim itu ada enam, salah satunya adalah mendoakan bagi mereka yang sudah bersin lalu mengucapkan Alhamdulillah.
Dari Abu Hurairah RA. berkata Bahwa Rasulullah SAW, bersabda:
“Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam perkara: Apabila engkau berjumpa dengannya, sampaikanlah salam; apabila ia mengundangmu, maka penuhilah undangannya; apabila ia minta nasihat, berilah ia nasihat; apabila ia bersin dan mengucapkan “Alhamdulillah”, ‘maka jawablah dengan “Yarhamukallah”, apabila ia sakit, maka jenguklah; dan apabila ia mati, maka hantarkan jenazahnya.” (HR. Muslim)
Namun jika seorang muslim yang bersin tidak mengucapkan Alhamdulillah, maka tidak berhak untuk didoakan balik oleh sesama muslim. Hal itu dijelaskan dalam sebuah hadits berikut ini
’Dari sahabat Anas ra, suatu ketika ada dua orang yang sedang bersin di dekat Rasulullah SAW, namun beliau hanya mengucapkan doa 'yarhakumullah' kepada salah seorang saja di antara mereka. Lalu orang yang tidak beliau doakan berkata kepadanya, "Si fulan bersin, lalu engkau mendoakannya dan ketika saya yang bersin, engkau tidak mendoakan saya." Lalu Rasulullah berkata kepadanya, "Dia mengucapkan hamdalah ketika bersin, sedangkan kamu tidak." (HR Muttafaq ‘alaih).
Baca juga : Kapan Flu Biasa Dicurigai Covid-19? Ketahui Ini untuk MemastikanKemudian bagi yang bersin tadi sebaiknya mendoakan kembali orang yang sudah mendoakannya dengan mengucapkan "yahdikumullah wa yuslih baa lakum" yang artinya semoga Allah memberikan petunjuk dan memperbaiki urusanmu, seperti yang tercatat dalam sebuah hadits.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya, “Apabila seorang di antara kalian bersin maka ucapkanlah Alhamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan yarhamukallah, dan bila dijawab demikian maka balaslah dengan ucapan yahdikumullah wa yuslihubaalakum.” (HR. Bukhari).
Menutup mulutSelain membaca ungkapan syukur dan doa, Ustadz Ade Hasby Ashidqy SQ Al-Hafidz menganjurkan adab bersin hendaknya menutup mulut agar suaranya tidak keras terdengar dan jauhkan dari jangkauan orang lain.
Seperti yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Tirmidzi dan Abu Dawud.
"Jika hendak bersin, Rasulullah SAW menutupi mulutnya dengan tangan atau baju beliau agar suaranya tidak terlalu keras." (HR Tirmidzi dan Abu Dawud)
(est)