Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 03 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

Saat Bersin, Yuk Amalkan Sunnah Rasulullah Satu Ini

ahmad zuhdi Rabu, 29 September 2021 - 21:37 WIB
Saat Bersin, Yuk Amalkan Sunnah Rasulullah Satu Ini
Ilustrasi muslimah sholehah menutupi mulut dan hidungnya saat bersin dan tidak lupa mengucapkan Alhamdulillah. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketika mencium bau yang menusuk hidung atau terserang pilek, seseorang akan spontan bersin. Kenikmatan bersin sangat terasa berharga karena merupakan cara alami tubuh untuk mengeluarkan atau membuang benda asing yang menyebabkan gangguan di hidung dan tenggorokan.

Terkadang bersin juga dimulai dengan munculnya rasa gatal pada hidung. Mengutip laman alodokter.com, saat bersin setidaknya seratusan ribu kuman dan virus dapat tersebar ke udara dengan kecepatan 160 km per jam.

Baca Juga: Hukum Bayi Tabung dalam Islam, Boleh Asal ...

Beberapa contoh virus yang bisa menular melalui bersin adalah virus Corona dan influenza. Bersin dapat terjadi karena beberapa hal, seperti alergi, infeksi, iritasi dan peradangan di hidung, rangsangan pada wajah, dan ketika olahraga, dan sensitif terhadap sinar matahari.

Karena dapat menimbulkan dan menyebarkan masalah kesehatan pada orang lain, maka ada beberapa etika yang harus dilakukan ketika bersin. Misalnya menggunakan tisu saat bersin, jika tidak ada tisu bisa menggunakan lipatan siku untuk menutup area mulut dan hidung, kemudian segera mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer setelah bersin.

Rasulullah Saw sebagai suri tauladan telah mengajarkan sunnah-sunnah saat bersin. Seperti berdoa kemudian menutupnya dengan tangan serta mendoakan orang yang bersin, dan membalas doa tersebut.

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi Saw bersabda, "Apabila salah seorang dari kalian bersin, maka ucapkanlah ‘alhamdulillah (segala puji bagi Allah).’ Lalu orang yang mendengarnya hendaknya mengucapkan, ‘yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu).’ Apabila orang yang bersin mendengar saudaranya mengucapkan ‘yarhamukallah,’ maka hendaklah ia balas dengan mengucapkan, ‘yahdikumullah wa yushlihu balakum (semoga Allah selalu memberi hidayah-Nya kepadamu dan menenangkan pikiranmu)." (HR. Bukhari nomor 6224).

Baca Juga: Bersentuhan dengan Istri, Batal Wudhu atau Tidak?

Selain itu, disunnahkan pula agar ucapan hamdalah divariasikan dengan kalimat yang juga diajarkan oleh Nabi. Yaitu kalimat, alhamdulillahi ala kulli halin (segala puji dan syukur hanya bagi Allah bagaimanapun keadaan yang kuhadapi). Kalimat tersebut dalam sebuah riwayat Abu Dawud dikatakan, "Apabila salah seorang dari kalian bersin, maka ucapkanlah alhamdulillah ala kulli halin." (HR. Abu Dawud nomor 5031, dengan sanad yang shahih menurut Ibnul Qayyim dalam kitab Zaad Al-Ma'ad 2/436).

Kemudian ketika mendengar ucapan hamdalah dari seseorang yang bersin, maka hendaknya pendengar itu mendoakannya dengan kalimat, yarhamukallah. Juga, disunnahkan pula bagi orang yang bersin untuk mendoakan kembali orang tersebut, dengan kalimat yahdikumullah wa yushlihu baalakum.

Namun apabila ada seseorang yang bersin lalu tidak mengucapkan hamdalah, maka tidak disunnahkan bagi orang yang mendengarnya untuk mendoakannya, bahkan disunnahkan baginya untuk tidak mendoakannya. Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan Anas radhiyallahu anhu. Dia mengatakan, pernah suatu kali ada dua orang sahabat yang bersin di dekat Nabi Saw, lalu beliau mendoakan salah satu dari mereka, sedangkan yang lainnya tidak.

Maka sahabat yang tidak didoakan itu pun bertanya, "Wahai Rasulullah, mengapa engkau hanya mendoakan dia dan tidak mendoakan aku?” beliau menjawab, “Dia mengucapkan hamdalah sedangkan kamu tidak." (HR. Bukhari nomor 6225). Hadits tersebut pun termasuk dalam sunnah fi'liyah (perbuatan yang dicontohkan oleh Nabi).

Baca Juga: Ternyata Ibadah Bisa Bikin Wajah Muslim Jadi Glowing

Ada pula hadits lain yang berasal dari sunnah qauliyah (instruksi langsung dari Nabi), diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Musa radhiyallahu anhu ia berkata, aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Jika ada salah seorang dari kalian bersin lalu mengucapkan hamdalah, maka doakanlah dia. Namun, jika dia tidak mengucapkan hamdalah, maka kamu tidak perlu mendoakannya." (HR. Muslim nomor 2992).

Akan tetapi, jika bertujuan untuk pendidikan, misalnya seorang ayah yang mendidik anaknya atau seorang guru terhadap muridnya, maka boleh diberitahukan kepada orang yang bersin, ucapkanlah Alhamdulillah. Agar orang tersebut mengetahui atau ingat terhadap sunnah tersebut. Begitu pula terhadap orang yang sedang terserang flu, maka tidak perlu mendoakannya lagi setelah lebih dari tiga kali.

Maka apabila ia sudah bersin tiga kali, dan sudah didoakan tiga kali, maka selanjutnya tidak perlu didoakan lagi. Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab sunannya, dari Abu Hurairah secara mauquf (tidak bersandar kepada Nabi) dan marfu (disandarkan kepada Nabi), dikatakan, “Doakanlah saudaramu yang bersin sebanyak tiga kali. Apabila lebih dari itu, maka berarti ia sedang terserang flu.” (HR. Abu Dawud nomor 5034, dan dikategorikan sebagai hadits hasan yang mauquf dan marfu oleh Al-Albani dalam kitab Shahih Abu Dawud 4/308).

Baca Juga:

Seniman Mural Birmingham Lukis Gadis Muslim Bermain Skateboard

Cara Menasihati Anak dengan Panduan Al Quran dan Hadist


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 03 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)