LANGIT7.ID, Jakarta - Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron (RSIH) menunjukkan kabar menggembirakan. Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Sudarnoto Abdul Hakim menyampaian, dalam waktu dekat akan segera ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan perjanjian turunannya untuk pembangunan RSIH di Palestina itu.
Sudarnoto menjelaskan, dalam struktur kepanitiaan terbaru yang ditandatangangi oleh Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar dan Sekjen Amirsyah Tambunan tertanggal 5 Oktober 2021, dibuat pembidangan. Beberapa bidang itu, dijelaskan Sudarnoto, yakni bidang kerja sama, bidang hukum, bidang penggalangan dana, bidang keuangan dan ketatausahaan, dan bidang supervisi."Masing-masing bidang dipimpin oleh wakil ketua dan sekretaris. Bidang kerja sama diketuai Habib Ali Hasan Bahar dan sekretaris Andy Hadiyanto; bidang hukum diketuai Muhammad Wahib dan, sekretaris Alpha Amirrachman, bidang penggalangan dana diketuai Rizaludin Kurniawan, dan sekretaris ibu Amirah Ahmad Nahrawi," kata Sudarnoto dikutip melalui laman resmi MUI, Selasa (2/10/2021).
Baca Juga: Indonesia Kirim 15 Imam Masjid ke UEA, Ini Rincian NamanyaSedangkan bidang komunikasi publik diketuai Dubes Bunyan Saptomo dan sekretaris Oke Setiadi; bidang keuangan dan ketatausahaan diketuai Bobby P. Manullang dan sekretaris Yusherman; dan bidang supervisi diketuai Irsyadul Halim dan sekretaris Khalilurrahman.Sementara itu, Sekretaris Panitia dijabat oleh Arif Fahruddin, Bendahara Misbahul Ulum, serta Wakil Bendahara Erni Juliana dan Hasan Haromain.Sekjen MUI Amirsyh Tambunan menyampaikan harapannya agar kepanitiaan ini berjalan dengan bagus. Sebab, panitia yang bagus akan menimbulkan kepercayaan umat pada panitia pembangunan RSIH Palestina.“Jika kepanitiaan kita bagus maka publik akan semakin percaya dalam penghimpunan dana,” kata Amirsyah.Amirsyah juga bercerita, ketika Mantan Wapres HM Jusuf Kalla berkunjung ke MUI, ia berpesan agar kita berkomunikasi intens dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).Dijelaskan Amirsyah bahwa di Kemenlu dana khusus yang disediakan sebagai bentuk kepedulian bangsa Indonesia atas masalah luar negeri.“Saya berharap panitia bisa produktif dan inovatif dalam penggalangan dana,” ujar Amirsyah.
Baca Juga: Masya Allah, Ini Keistimewaan Santuni Anak Yatim dalam IslamDalam rapat itu, Sudarnoto memberikan motivasi pada seluruh panitia agar lebih bekerja keras. Dengan demikian, capaian dana dapat terkumpul dengan baik. Ia berharap sebelum berakhir 2023 MUI telah menyelesaikan penggalangan dana tersebut.“Kita harus bekerja keras agar target Rp 87 miliar terpenuhi,” kata Sudarnoto.Dalam waktu dekat, setelah berbagai dokumen disiapkan, MUI akan menggelar rapat koordinasi dengan Kemenlu, Kedubes Palestina, Wali Kota Hebron, dan KBRI di Amman. Rapat koordinasi akan dilakukan terkait persiapan peletakan batu pertama Rumah Sakit Indonesia di Hebron, Palestina.Rapat panitia ini diselenggarakan secara hybrid. Hadir Sekjen Amirsyah Tambunan, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, Dubes Bunyan Saptomo, Dubes Yuli Mumpuni, Dubes Safira Machrusah, Andy Hadiyanto, Khalilurrahman, Yanuardi Syukur, Deva Rachman, Hendro Wibowo, Abdullah Darraz, Jojo Sutisna, Muh. Arjuni, Mabroer MS, Ridwan Sukmana, Nadratuzzaman Hosen, Hasan Haromain, dan Muh Aras Prabowo.
Baca Juga: Ki Hajar Dewantara Ternyata Pernah Jadi Santri Hingga Hafal 30 Juz Al-QuranPembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron (RSIH) terus digalakkan MUI. Hingga awal November 2021, MUI telah mengumpulkan lebih dari Rp 23 miliar dari Rp 87 miliar yang ditargetkan.
(zhd)