LANGIT7.ID - - Kentut merupakan suatu yang alamiah dan tanda normal. Sebab jika tidak bisa kentut maka sebaliknya, dinyatakan tidak normal dan harus dilakukan tindakan.
Namun disini yang perlu diperhatikan apakah kentutnya bau atau tidak. Ketika kentutnya bau, apakah baunya terlalu menyengat cenderung busuk atau bau tak sedap seperti kentut pada umumnya.
Menurut ahli gastroenterologi Dr. Brian Wolfman, MD, seperti dilansir dari Live Strong, kentut merupakan kegiatan organ tubuh yang bisa terjadi normalnya antara 5-25 kali sehari, setiap manusia berbeda-beda rutinitasnya.
Bau gas dalam kentut ditentukan oleh makanan yang dikonsumsi ditambah dengan bakteri yang tersimpan dalam tubuh.
Baca juga : Manfaat Gerakan Shalat: Tenangkan Jiwa hingga Perbaiki PencernaanMakanan yang dikonsumsi kadang-kadang dipecah dan diserap di usus kecil, tetapi bisa sampai ke usus besar, tempat bakteri memecahnya, kata Dr. Wolfman.
"Bakteri ini kemudian menghasilkan gas tertentu, yang bisa menimbulkan bau tidak sedap atau bahkan bau busuk," tambahnya.
Kentut bisa akan lebih bau manakala perut sedang sembelit. Penjelasannya adalah sebab proses pencernaan tertahan lama di usus besar di mana bakteri akhirnya mempunyai waktu yang lama untuk memproduksi produk sampingan, dengan demikian kentut akan lebih bau.
Bau Kentut Seperti Telur Busuk
Ada satu aroma kentut yang paling tidak disukai oleh siapapun, yaitu aroma bau telur busuk. Ketika hal ini terjadi, biasanya sahabat Langit7 pasti akan bergegas untuk segera meninggalkan bau tersebut atau pergi ke tempat yang sepi agar tidak ada orang lain yang menciumnya.
Menurut Wolfman, bau telur busuk terjadi karena makanan yang dikonsumsi mengandung banyak belerang atau sulfur.
"Karena belerang, sistem pencernaan kita menciptakan dan mengeluarkan hidrogen sulfida, meniru bau telur busuk itu." terangnya.
Makanan yang mengandung sulfur tinggi termasuk telur, daging merah, bawang merah, bawang putih, keju, buah kering, kacang-kacangan, minuman bir dan anggur.
Selain makanan yang mengandung sulfur, susu juga bisa menyebabkan kentut menjadi bau busuk.
Menurut Wolfman, susu mengandung protein laktosa, kemudian usus kecil memecah laktosa dengan enzim laktase, mengubahnya menjadi glukosa dan beta-galaktosa. Gula sederhana ini kemudian diserap melalui dinding usus.
"Jika seseorang memiliki tingkat enzim laktase yang rendah, laktosa berpindah dan bertemu bakteri. Bakteri kemudian memfermentasi laktosa yang tidak tercerna, menghasilkan gas metana, yang memiliki bau busuk," kata Wolfman.
Untuk menghindari kentut berbau seperti telur busuk, yang perlu dilakukan menurut Wolfman dengan meningkatkan serat.
Wolfman adalah pendukung besar serat, terutama bagi mereka yang melepaskan gas bau. Serat untuk menstabilkan kadar gula darah kita, menyebabkan kita untuk makan lebih sedikit dan mengarah ke perasaan kepenuhan. Hal itu bermanfaat bagi kadar kolesterol dan kesehatan usus kita secara keseluruhan.
Jika Anda memutuskan untuk meningkatkan asupan serat, Anda harus berhati-hati, karena hal itu dapat berdampak sebaliknya jika Anda bergerak terlalu cepat.
Baca juga : Hukum Menahan Kentut Saat Shalat, Sebaiknya Tak Dilakukan"Menelan makanan dalam jumlah besar ketika tidak terbiasa, dapat menyebabkan perut kembung, karena produk sampingan bakteri," kata Wolfman. "Inilah sebabnya, ketika meningkatkan asupan serat harian Anda (dengan makanan) atau dengan suplemen, ini harus dilakukan secara bertahap." tambahnya.
Konsumsi serat hendaknya bertahap secara perlahan-lahan dan jangan lupa asupan air putih yang banyak, untuk mencegah sembelit.
(est)