LANGIT7.ID - , Jakarta - Menonton film ternyata punya pengaruh cukup besar terhadap perubahan perilaku. Orang yang suka menonton film favorit memiliki perilaku berbeda dibanding mereka yang suka menonton genre horor.
Menurut Direktur Utama Konsultan Psikologi Prakarsa Daya Motekar Sukmayanti Ranadireksa, M.Psi., menonton film dengan genre apapun pasti otak akan mengolahnya.
"Tontonan pasti akan mempengaruhi kejiwaan karena apapun yang ditangkap oleh panca indera akan diolah oleh otak," ujar psikolog yang akrab disapa Anti saat dihubungi Langit7 pada (3/10/2021).
Baca juga : Dibintangi Angelina Jolie, Eternals: Film Super Hero Marvel dengan Nuansa BaruMenonton film komedi, film drama percintaan, film horor atau film bernuansa religi akan memberikan dampak psikis bagi penontonnya.
"Menonton film horor akan memberikan dampak baik fisik maupun psikologis," kata Anti.
Dibanding dengan genre lainnya, film horor mempunyai sensasi berbeda, karena memiliki sensasi tegang yang menjadi jualannya genre film ini.
"Reaksi menonton film horor beragam, mulai dari yang positif sampai negatif. Mulai dari puas, antusias, takut, cemas, mual, bahkan sampai pingsan." terang psikolog yang sering tampil di televisi ini sebagai narasumber.
Untuk itu tidak semua orang dianjurkan menonton film horor, karena khawatir bisa membuat dampak yang lebih banyak negatifnya dibandingkan positifnya.
"Ada beberapa orang yang tidak disarankan untuk menonton film horor misalnya anak-anak, orang dengan PTSD (post-traumatic stress disorder), stroke, dan orang yang memiliki gangguan jantung." ucap Anti.
Kemudian jika dikaitkan dengan menjerit saat menonton film horor, psikolog cantik ini mengatakan bahwa jeritan adalah reaksi yang wajar dan alamiah, akibat adanya sesuatu yang menakutkan.
Menjerit saat menonton film horor bagi sebagian orang malah bisa sebagai alat untuk menghilangkan stres.
"Menjerit pada orang-orang tertentu bisa merupakan mekanisme katharsis dan melatih yang bersangkutan untuk belajar mengelola stres dan ketakutan sehari-hari." jelasnya.
Baca juga : Film Pendek Karya Komunitas Film Indie di Ambon Diputar di IMAJITARI 2021Katharsis sendiri merupakan pelepasan emosi untuk meredakan konflik yang dihadapi. Salah satu caranya adalah dengan menjerit atau berteriak. Namun meredakan stres ini tidak berdampak sama bagi sebagian orang.
"Tapi pada orang-orang tertentu dan juga mereka yang mengalami gangguan kecemasan atau ketakutan, bisa jadi jeritan saat menonton film horor tadi menyisakan pengalaman yang membuat gangguan kecemasannya menjadi lebih parah." ujar Anti.
(est)