Langit7, Depok - Aglonema merupakan tanaman hias yang memiliki setidaknya hingga 30 spesies. Tanaman talas-talasan ini cukup populer di kalangan pehobi karena warna kontrasnya mencolok, menjadi ciri khas keindahannya.
Hal itu juga yang menjadikan muslim milenial asal Depok, Jawa Barat tertarik untuk mulai mengembangkan usaha di bidang pertanaman aglonema. Ialah Ilyas Mahendra, yang mengaku tertarik dengan keindahan aglonema.
![Cinta Tanaman Hias, Muslim Milenial Ini Sukses di Usia Muda]()
Lewat usahanya, Ilyas Nursery, ia mulai merintis usahanya sejak duduk di bangku kuliah. Bahkan, saking cintanya ia sampai menargetkan untuk meraih gelar sarjananya dalam kurun waktu 3,5 tahun.
"Dari semester 2 itu saya mulai biaya sendiri sampai lulus, saya ngejar kuliah itu sampai bela-belain 3,5 tahun untuk fokus mengembangkan usaha ini," ungkapnya dikanal Youtube Kisah Tanpa Batas.
Baca juga: Kuliah Sambil Berwirausaha, Mahasiswa Kediri Ini Sukses Budi Daya GuppyIlyas mengaku, pada awal merintis usahanya sempat mengikuti pelatihan seputar tanaman hias. Hal itu dilakukannya demi memahami betul seluk-beluk dunia usaha yang ia geluti.
Hingga akhirnya ia memberanikan diri untuk memulai usahanya. Dari situ ia mendapati penghasilan dari penjualan tanamannya yang cukup menguntungkan.
"Hasilnya itu bagus dibandingkan kita kerja kantoran, pergi pagi pulang sore," ujarnya.
Baca juga: Kembangkan Peternakan Sapi Usai Pensiun, Raup Omzet Rp500 Juta SebulanMenurutnya, aglonema memiliki karakterisitik daun yang unik dibandingkan tanaman hias lainnya. Ia menyebutkan lembaran daun aglonema menampilkan estetika yang mahal.
Apalagi, kata dia, aglonema memiliki prospek bisnis yang cukup menjanjikan. Di samping itu, Ilyas memasarkan tanamannya dengan harga beragam, menyesuaikan dengan kebutuhan pasar.
"Untuk kelas ibu-ibu pemula kita biasa diangka Rp100-500 ribu. Untuk ibu-ibu kelas menengah itu Rp500 ribu - 2 juta. Sementara kolektor kisaran Rp5 juta ke atas," ujarnya.
Walaupun pada awalnya ia cukup meragukan menjual aglonema dengan harga tinggi, namun dalam perkembangannya Ilyas mulai memahami bahwa ada keindahan yang harus dibayar lebih untuk kecantikan aglonema.
Selain menjual langsung tanamannya kepada pehobi, Ilyas juga kerap memasok berbagai tanamannya kepada para pedagang kecil. Hal itu diakuinya cukup membantu dalam hal pemasaran.
(zul)