LANGIT7.ID, Jakarta - Khatib Jumat selain dituntut menyampaikan pesan-pesan Islam dengan baik, materi yang disampaikan harus menarik dan berkaitan dengan tema-tema aktual. Tema-tema tersebut kemudian dikaitkan dengan pedoman dan petunjuk dalam Islam yang terdapat dalam Alquran dan Assunnah.
Kumpulan tema khutbah Jumat berikut dapat menjadi rujukan bagi siapapun, khususnya khatib Jumat. Ini penting karena khutbah merupakan salah satu sarana dalam menguatkan dan menyebarkan ajaran Islam di masyarakat secara komprehensif.
Berikut lima tema khutbah Jumat yang dapat dijadikan ide atau referensi dalam menyampaikan risalah Islam saat shalat Jumat:
Baca Juga: Kisah Kiai Maung, Kiai Sangar Mantan Preman Dirikan Pesantren untuk Preman1. Hikmah Pandemi Covid-19Pandemi Covid-19 masih menjadi ancaman di Tanah Air. Meski kasusnya menurun, umat Islam tak boleh lengah menerapkan protokol kesehatan. Pandemi Covid-19 membawa hikmah begitu banyak bagi seorang muslim. Paling utama, pandemi Covid-19 memiliki hikmah nilai ketauhidan dan kemanusiaan.
Tauhid merupakan inti agama Islam. Pandemi Covid-19 menyadarkan kemampuan manusia yang teramat kecil di hadapan virus tak kasat mata. Pada saat yang sama, kita diwajibkan berikhtiar sambil menguatkan doa agar selamat dari ancaman wabah.
Baca Juga: Cara Pilih Sandal yang Nyaman untuk Jumatan2. Bahaya Sekularisasi AgamaIndonesia adalah negara yang berketuhanan, hubungan agama dengan negara ibarat dua sisi sebuah koin yang saling melengkapi satu sama lain. Karenanya, penting bagi seorang muslim untuk memegang teguh ajaran agama Islam dalam menjalani kehidupan sosial sebagai warga negara.
Sekularisme adalah pandangan yang ingin memisahkan agama dengan aktivitas kehidupan. Sekularisasi menempatkan agama sebagai ruang privat yang tidak berhak mengatur kehidupan sosial seseorang. Bagi seorang muslim, Islam adalah rahmatan lil alamin yang mengatur semua lini kehidupan, dari yang terkecil sampai paling besar.
Baca Juga: Masjid Nurullah Kalcit, Oase di Tengah Gedung Pencakar Langit3. Mengaktualisasikan Shalat dalam KeseharianShalat merupakan penopang agama bagi seorang muslim. Apabila shalatnya rusak, maka rusak pula agamanya. Shalat bukanlah ritual ibadah semata, tapi juga harus teraktualisasi dalam laku hidup sehari-hari.
Seorang muslim yang rajin shalat bisa jadi yang paling baik akhlaknya di masyarakat. Ia memandang dirinya tak lebih dari seorang hamba Allah yang wajib bersujud lima kali sehari. Pengabdiannya pada Allah juga harus termanifestasikan dalam bentuk pengabdian kepada sesama.
4. Membentuk Generasi RabbaniAnak adalah titipan Allah di mana baik buruknya anak tergantung pada pendidikan orang tua. Tujuan berkeluarga dalam Islam adalah membentuk generasi Rabbani yang akan menjadi penerus tegaknya kalimat tauhid di muka bumi.
Baca Juga: Milad ke-109: Jokowi Apresiasi Muhammadiyah Atasi Kesehatan dan Ekonomi di Masa PandemiOrang tua wajib memberikan pendidikan agama kepada buah hati yang kelak akan menjadi bekal dalam menjalani kehidupan di masa depan. Anak sebagai generasi di masa depan adalah pewaris sekaligus pelaksana visi misi orang tua dan tujuan berkeluarga dalam Islam.
5. Islam dan Ilmu PengetahuanIlmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), terutama pada zaman modern ini, mengalami banyak perubahan dan sangat cepat. Islam mewajibkan pemeluknya terus menuntut ilmu dan menilai suatu hal berdasarkan ilmu, bukan berdasarkan pandangan pribadi yang bersifat subjektif.
Perintah Allah untuk menuntut ilmu bersifat umum, tidak terkecuali pada ilmu-ilmu yang disebut ilmu agama, yang ditekankan dalam Alquran adalah apakah ilmu itu bermanfaat atau tidak. Adapun kriteria ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang ditujukan untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik sebagai bentuk pengabdian kepada-Nya.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Destinasi Wisata Alam di Cianjur(zhd)