LANGIT7, Jakarta - Kekayaan dan keberagaman geologi, hayati, dan budaya
Indonesia sebaiknya tidak dieksploitasi berlebihan dan bertanggung jawab. Pasalnya, kekayaan tersebut merupakan warisan bangsa ini untuk kelestarian dunia.
Hal demikian disampaikan langsung Presiden
Joko Widodo (Jokowi) dalam Konferensi Nasional Geopark Indonesia II. Dia menegaskan,seluruh pihak terkait lebih bertanggung jawab dalam keberlangsungan ekosistem.
Baca Juga: Milad ke-109: Jokowi Apresiasi Muhammadiyah Atasi Kesehatan dan Ekonomi di Masa PandemiDengan begitu, kata dia, kekayaan dan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia tetap lestari. "Kawasan geopark tempat belajar tentang warisan bangsa dan dunia, belajar tentang keragaman geologi, belajar tentang keragaman hayati, serta keragaman budaya," kata Jokowi pada Konferensi Nasional Geopark Indonesia II virtual, disaksikan di Jakarta, Senin (22/11/2021).
"Semua keragaman dan kekayaan yang kita miliki harus kita jaga dan dilindungi, tidak dirusak dan tidak dieksploitasi berlebihan," ucapnya.
Geopark atau taman geologi atau taman bumi merupakan kawasan yang memiliki unsur geologi terkemuka. Menurut Jokowi, geopark dapat menjadi tempat belajar bagi masyarakat untuk dapat mengenal, dan kemudian menjaga kelestarian kekayaan dan keragaman yang dimiliki oleh Indonesia.
Baca Juga: Ucapkan Milad, Menag: Muhammadiyah Teladan Bagi Bangsa IndonesiaIndonesia, kata dia, sebagai negara yang terletak di cincin api, memiliki berbagai geopark seperti Geopark Batur. Yakni, geopark pertama yang ditetapkan sebagai UNESCO Global Geoparks, kemudian Geopark Gunung Sewu, Geopark Ciletuh, Geopark Gunung Rinjani, Geopark Danau Toba, dan sebagainya.
Jokowi meminta, kawasan geopark dan kekayaan alam lainnya yang dimiliki Indonesia untuk selalu dijaga. Salah satu upayanya dengan melakukan konservasi kawasan.
"Melindungi agar unsur-unsur geologi yang masih utuh tidak serta merta mengalami kerusakan, menjaga warisan geologi,
geoheritage, serta nilai-nilai di dalamnya seperti nilai arkeologi, ekologi, sejarah dan budaya sehingga bisa terus diwariskan ke generasi yang akan datang," ujarnya.
Baca Juga: WNI Bisa Masuk Singapura Tanpa Karantina Mulai 29 November 2021Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebutkan, geopark juga bisa dikembangkan menjadi tempat geowisata yang menarik. Nantinya, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam tetapi juga bisa terlibat dalam konservasi lingkungan.
"Saya melihat geopark cocok dengan tren pariwisata saat ini di masa pandemi yang mengedepankan
ecotourism dan
wellness tourism," ujarnya.
Setiap geopark dinilai memiliki keunikan tersendiri yang perlu diangkat, selain dari sisi geologi daerah, vulkanik, flora dan fauna endemik, serta budaya masyarakat yang berada di kawasan Geopark. "Hal yang perlu diperkuat adalah
story (cerita), narasi disetiap geopark,
story tentang gunung purba, letusannya di masa lalu dan juga perjalanan peradaban di sekitar geopark," katanya.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Posisi Indonesia Semakin Dihormati Negara LainJokowi menekankan kunci utama yang menentukan keberhasilan pengembangan Geopark adalah tata kelola yang harus terus diperbaiki agar semakin baik. Tata kelola geopark harus meliibatkan pegiat geopark, akademisi dan masyarakat sekitar.
"Lahirkan gagasan yang inovatif, lakukan terobosan konkret yang menyeimbangkan antara konservasi dengan ekonomi. Saya berharap semua elemen bangsa bergerak menjadi bagian dari gerakan konservasi geopark sekaligus memperkuat upaya untuk masyarakat sekitarnya untuk mengambil bagian dalam pelestarian lingkungan dan mengembangkan potensi pariwisata," ujarnya. (Sumber:
Antaranews)
Baca Juga:
Indonesia Siapkan Generasi Muda Tingkatkan Produk Fesyen dan Kriya
Vietnam Batal, Indonesia Incar Tuan Rumah ASEAN Para Games 2022(asf)