LANGIT7.ID - - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja di Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa, (23/11) untuk meresemikan bendungan Karalloe di perbatasan Kabupaten Gowa dan Kabupaten Jeneponto.
Presiden Jokowi tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros sekitar pukul 08.30 WIT, disambut Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.
“Kunjungannya kali ini untuk meresmikan bendungan Karalloe dan penanaman jagung di Jeneponto,” ungkap Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.
Baca juga: Jokowi Berpesan, Kekayaan Geologi Jangan Dieksploitasi BerlebihanDitambahkan Andi, kedatangan Jokowi ini merupakan kunjungan ketiga di Sulsel di tahun ini.
“Tentu ini merupakan bentuk perhatian yang besar dari Presiden terhadap pembangunan di Sulawesi Selatan,” katanya.
Sementara itu Presiden Jokowi juga mempublikasikan kunjungan kerjanya melalui postingan media sosial instagramnya.
“Selamat pagi. Dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, pagi ini saya bertolak menuju Sulawesi Selatan. Saya hendak berkunjung ke Kabupaten Gowa untuk meresmikan Bendungan Karalloe, lalu ke Kabupaten Jeneponto untuk ikut menanam jagung bersama masyarakat,” tulis akun @jokowi.
Dalam kunjungannya ke Sulsel, Presiden Jokowi didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.
Diketahui bendungan Karolloe nantinya akan memberikan beragam manfaat di antaranya irigasi 7.004 hektare, air baku kurang lebih 440 liter/detik. Selanjutnya manfaat untuk pembangkit listrik tenaga air kurang lebih 4,5 megawatt, pengendali banjir, konservasi sumber daya air, dan pengembangan pariwisata.
Baca juga: Milad ke-109: Jokowi Apresiasi Muhammadiyah Atasi Kesehatan dan Ekonomi di Masa PandemiKehadiran Bendungan Karolloe diyakini mampu meningkatkan cadangan air, peningkatan luas tanam dari empat ribu hektare menjadi 7.004 hektar, peningkatan intensitas tanam dari 150 persen menjadi 250 persen, dan peningkatan taraf hidup masyarakat.
Selain bermanfaat untuk pengendali banjir dan mengairi lahan, bendungan ini juga bisa menjadi objek wisata, dengan menghadirkan spot pemandangan yang indah. Bendungan ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) .
(est)