LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan, pesantren merupakan lembaga pendidikan keislaman yang khas asli Indonesia. Selain itu, sejak dulu hingga saat ini, lembaga pendidikan terobosan para ulama nusantara selalu menyebarkan pemahaman Islam rahmatan lil-alamin.
“Di samping berkarakter ke-Indonesiaan, pesantren senantiasa mentransmisikan pemahaman Islam yang ramah, damai, toleran, saling menghargai, dan tidak ekstrem,” kata Yaqut saat menjadi pembicara dalam International Seminar on Islamic Education & Peace (ISIEP) 2021 yang diselenggarakan Universitas Islam Raden Rahmat Malang dan Universiti Teknologi Malaysia, Selasa (30/11/2021).
Pesantren selama ini juga berperan sebagai penjaga kemanusiaan dan kebangsaan di tengah masyarakat yang plural. Pesantren mampu menyebarkan nilai-nilai Islam serta pemahaman yang damai, toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nila kemanusiaan dan kebangsaan.
Baca Juga: Pesantren Berperan Penting Lestarikan Bahasa Daerah
“Karenanya, pesantren didorong untuk menjadi garda terdepan dalam membangun pemahaman Islam yang moderat,” tutur Yaqut.
Indonesia sebagai negara muslim terbesar memiliki karakter damai, santun, dan toleran. Tak hanya itu, mereka juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Ini tidak terlepas dari sejarah masuknya Islam ke Indonesia.
“Setidaknya, terdapat teori masuknya Islam ke Indonesia. pertama, teori India (Gujarat). Kedua, teori Arab (Makkah). Ketiga, Persia (Iran). Keempat, teori Tiongkok,” kata Yaqut.
(jqf)