Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 18 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Ternyata Ada Satu Kata Bahasa Indonesia Tertulis Jelas dalam Al-Quran

Muhajirin Jum'at, 03 Desember 2021 - 11:06 WIB
Ternyata Ada Satu Kata Bahasa Indonesia Tertulis Jelas dalam Al-Quran
Ilustrasi Mushaf Al-Quran (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Dai kondang Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengungkapkan satu fakta penting mengenai bahasa Indonesia di dalam Al-Qur’an. Hal tersebut patut membuat masyarakat Indonesia berbangga, dan tentu kian mengimani Al-Qur’an sebagai kitab suci.

“Kita patut bahagia, di antara sekian banyak ayat Al-Qur’an, ada satu kalimat dalam Al-Qur’an yang menghubungkan Haramain (Makkah dan Madinah) dengan Nusantara,” kata UAH melalui kanal youtube audio dakwah, dikutip Jumat (3/12/2021).

Baca Juga: Hikmah Al-Qur'an Diturunkan dalam Bahasa Arab

Dulu bangsa Arab kerap bepergian ke setiap wilayah atau negara untuk berdagang. Sebelum sampai ke China, para pedagang Arab sering singgah di sebuah kawasan yang disebut Baros atau Barus, tepatnya 400 kilometer dari Kota Medan di Tapanuli.

“Sehingga orang-orang Arab singgah di sana, bertransaksi bisnis di sana, sehingga jadi kota pertama dan kota sejarah di Nusantara, kota tertua dan kota Arab pertama di Nusantara, peninggalannya ada sampai sekarang ini,” ucap UAH.

Akan tetapi, orang tidak bisa menyebut huruf O, maka diganti menjadi huruf U. Maka itu, Baros disebut dengan Barus. Ternyata Barus merupakan satu-satunya produsen kapur di dunia saat itu. Dari situ muncul istilah kapur barus. Jadi, kapur bukan bahasa Arab, Inggris, China, atau Yunani, tapi asli bahasa Nusantara bahkan menjadi bahasa Indonesia.

Pada abad 1-17 Masehi, Kota Barus memang menjadi pusat perdagangan dengan komoditas utama kapur barus. Banyak sekali pedagang yang berkunjung di daerah ini baik dari dalam Nusantara maupun dari negara-negara sekitar.

Sejak saat itu orang Arab menyebarkan kapur barus (kafur barus) di Tanah Arab, sehingga kata barus jadi kata serapan bahasa Arab. Ketika Allah Ta’ala mengutus Muhammad sebagai nabi dan rasul penutup, hubungan perdagangan antara Haramain dan Nusantara telah terjalin.

Baca Juga: Maulid Barzanji, Syair Shalawat Karya Ulama Kurdi yang Populer di Nusantara

Nah, dari situ, dari sekian ayat dalam Al-Qur’an terdapat satu ayat yang menulis dengan jelas kalimat bahasa Indonesia. kalimat itu terdapat dalam surah Al-Insan ayat 5.

اِنَّ الۡاَبۡرَارَ يَشۡرَبُوۡنَ مِنۡ كَاۡسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُوۡرًاۚ‏

“Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.”

Tafsir ayat tersebut adalah bagi orang bertakwah, Allah Ta’ala menyiapkan balasan yang sempurna. Orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas berisi minuman yang bercambur dengan air kafur agar lebih menyegarkan dan menambah aroma lebih sedap.

Kafur yang dimaksud adalah mata air dalam surga yang diminum oleh orang-orang beriman. Para penghuni surga bisa memancarkan mata air itu dengan sebaik-baiknya. Air kafur berwarna putih, baunya sedap, dan memiliki rasa enak.

“Kalau kamu jadi muslim yang baik, kamu berakhlak yang baik, mengikuti petunjuk nabi, Allah sediakan minuman paling nikmat. Wanginya seperti kapur barus, dinginnya seperti kapur barus, tapi rasanya tidak seperti kapur barus,” tutur UAH.

Kapur Barus dalam bahasa Inggris disebut denga champor yang merujuk pada bahan berupa getah alami yang diambil dari pohon Cinnamomum camphora. Di Eropa pada Abad pertengahan, kamper digunakan sebagai campuran untuk makanan ringan yang manis. Selain itu, di China pada masa Dinasti Tang, kamper digunakan sebagai campuran es krim.

Penggunaannya sebagai bahan makanan tak terlepas dari manfaatnya yang cukup beragam bagi kesehatan, seperti mengobati gangguan pernapasan, menyembuhkan luka bakar, menutrisi rambut, dan juga mengobati penyakit lainnya.

Lebih jauh lagi, kapur barus juga digunakan untuk memandikan jenazah, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Athiyah, “Rasulullah saw bersabda ketika kematian anaknya perempuan, ‘Mandikanlah ia tiga atau lima kali atau lebih daripada itu dengan sedikit air dan daun bidara. Pada akhirnya taruhlah kafuuran (kapur barus) atau sedikit kapur barus’."

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 18 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)