LANGIT7.ID, Jakarta - Hasil survei Indikator Indonesia menjabarkan tren kepuasan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo mencapai 72 persen. Namun, secara institusi, presiden berada di peringkat kedua di bawah Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Dari persentase 72 persen itu, sebanyak 61,4 persen responden yang merasa cukup puas dengan kinerja presiden. Ada 10,6 persen yang merasa sangat puas. Kurang puas 24,5 persen dan tidak puas sama sekali terdapat 2,8 persen.
Survei itu menyebutkan, responden yang menyatakan ekonomi nasional memburuk turun menjadi 40,4 persen dari survei bulan Juli sebesar 52,5 persen. Sementara, responden yang puas terhadap kinerja penanganan Covid-19 sebesar 77,6 persen. Persentase itu juga mengalami peningkatan dari Juli 2021 yang berada di angka 61 persen.
Secara institusi, TNI berada di peringkat teratas dengan 27 responden sangat percaya, 68 persen cukup percaya, dan ada 5 persen yang sedikit percaya. Presiden menempati posisi kedua dengan 20 persen responden yang mengaku sangat percaya, 66 persen cukup percaya, sedikit percaya ada 11 persen, dan 1 persen tidak percaya sama sekali.
Baca Juga: Kembangkan Ekonomi Digital, Presiden: Siapkan Kebutuhan SDM
Peringkat itu diikuti institusi Polri di urutan ketiga dengan 16 persen responden sangat percaya. Kemudian Mahkamah Agung, Komisi Pemberantasan korupsi (KPK), dan pengadilan masing-masing 12 persen responden yang sangat percaya.
Selanjutnya ada Mahkamah Konstitusi (MK) di peringkat ketujuh dengan 11 persen responden sangat percaya, kejaksaan 10 persen, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 7 persen, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hanya 6 persen, partai politik berada di urutan bawah dengan 5 persen.
Menteri-menteri Jokowi di Kabinet Indonesia Maju juga mendapat penilaian dari responden. Dari survei itu, Menteri Sosial, Tri Rismaharini, dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani paling benyak disebut sebagai menteri yang memiliki kinerja terbaik pertama.
Sementara Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, berada di urutan ketiga dan keempat. Lalu disusul Erick Thohir dan Nadiem Makarim. Tiga menteri yang berada di urutan paling bahwa yakni Ida Fauziah, Yasonna Laoly, dan Arifin Tasrif.
Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Penarikan sampel menggunakan metode
multistage random sampling. Jumlah total sampel sebanyak 2.020 responden, dengan perincian sampel basis sebanyak 1.220 orang dan oversample sebanyak 800 responden di sepuluh provinsi yang ada di Pulau Sumatera.
Dengan asumsi metode
simple random sampling, ukuran sampel basis 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (
margin of error--MoE) sekitar ±2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.
Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (
spot check). Dalam
quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.
(jqf)