LANGIT7.ID - Dokter pakar neuroparenting, dr Aisah Dahlan, memberikan tips kepada orang tua dalam menghadapi anak yang kecanduan gadget dan
game online.
Memang, pada era digital saat ini, anak sangat mudah memiliki gadget sendiri. Terlebih pada masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan belajar daring.
Anak yang belajar daring kerap merasa bosan saat berada di dalam rumah terus. Hal itu membuat anak kerap menjadikan
game online dan gadget sebagai tempat pelarian. Bahkan membuat banyak anak bermain
game sampai lupa waktu. Kian parah jika ditegur, namun sang anak tak menghiraukan.
Baca Juga: Geliat Permainan Tradisional Hadapi Gempuran Game Online
“Kalau mau anak anda tidak main gadget atau
game online terus, orang tua harus siapkan permainan non gadget di rumah. Contohnya, ring basket, congklak, bola bekel, monopoli, catur. Kalau nggak ada, terus anak mau main apa,” kata dr Aisah melalui kanal youtube pecinta dr Aisah Dahlan, dikutip Rabu (8/12/2021).
Alat permainan itu perlu untuk menyeimbangi permainan anak yang suka dengan gadget. Terlebih, dunia anak adalah dunia bermain. Bagi anak yang hidup di era gadget saat ini tidak bisa bermain nongadgetr lama-lama.
“Bisa lama anak itu main kalau ibunya ikut main. Mau tidak mau seperti itu, ikut main coret-coret kapur dan lainnya,” kata dr Aisah.
Baca Juga: Mustofa Sam, Touring Seorang Diri Keliling Jawa Kenalkan Permainan Tradisional
dr Aisah yakin, cara demikian bisa mengurangi kecenderungan anak untuk bermain gadget maupun
game online. Di sisi lain, orang tua juga harus kreatif dalam menghadapi anak yang kecanduan gadget dan
game online.
“Kadang kita melarang anak bermain game di
handphone tetapi kita tidak siapkan game non gadgetnya,” katanya.
(jqf)