LANGIT7.ID, Jakarta - Alquran merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan Allah Swt kepada Nabi Rasulullah Saw menggunakan bahasa Arab. Namun, tidak semua kitab suci berbahasa arab.
KH Didin Hafidhuddin menjelaskan, kitab-kitab suci tidak hanya diturunkan dengan Bahasa Arab, tapi juga dengan kaum di mana ajaran tersebut diwahyukan, misalnya Kitab Zabur yang ditulis dalam bahasa Qibti atau Taurat yang berbahasa Ibrani.
Dalam surat Ibrahim ayat empat Allah berfirman:
وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهٖ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۗفَيُضِلُّ اللّٰهُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Artinya: Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
Baca Juga: Masjid Al-Rahma Liverpool Mendapat Penghargaan Bergengsi di InggrisKyai Didin mengatakan, Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad dalam bahasa Arab. Bahasa Alquran merupakan bahasa yang indah dan telah diserap ke berbagai bahasa, salah satunya Indonesia seperti musyawarah dalam Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
“Kita dilarang untuk membenci Bahasa Arab atau membenci orang Arab dan semua orang atau suku-suku di dunia,” kata KH Didin Ahad (12/12/2021) saat mengisi kajian Tafsir Al Quran Surat Asy Syura ayat 1-6.
Baca Juga: Intelektual Muda Ustadz Wildan Hasan Terbitkan Buku Menafsir NatsirIa mengatakan, Allah menghendaki manusia bersuku-suku, berbangsa-bangsa, dan berbeda bahasa agar dapat saling menghargai. Sebagaimana dicantumkan dalam surat Al-Hujruat ayat 13:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Baca Juga: Murtad Perkara Menyedihkan, Tak Perlu Dipamerkan ke PublikArti: Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.
Baca Juga: Mengenal Kitab Tafsir Karya Ulama Nusantara, dari yang Berbahasa Jawa hingga Bugis(zhd)