LANGIT7.ID, Jakarta - Surat Al Baqarah ayat 120 mengandung pesan bahwa umat Islam harus mempelajari Islam dengan sebaik-baiknya agar tidak mudah disesatkan. Allah menegaskan bahwa risalah Islam yang disampaikan Nabi Muhammad adalah sebenar-benarnya petunjuk.
Nabi Muhammad sangatlah berkasih sayang kepada umat-umatnya dan sangat ingin agar semua manusia memeluk Islam sebagai satu-satunya jalan keselamatan. Namun, pada kenyataanya ada sebagian golongan yang tidak bergembira dengan risalahnya.
Firman Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 120:
وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ اِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰى ۗ وَلَىِٕنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَاۤءَهُمْ بَعْدَ الَّذِيْ جَاۤءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ
Artinya: Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.
Baca Juga: Tafsir An Nur Ayat 30: Peringatan Kepada Laki-laki untuk Jaga PandanganPada ayat sebelumnya, Allah menyatakan bahwa tugas Rasulullah hanyalah menyampaikan Islam sebagai kabar gembira dan pemberi peringatan. Allah tidak menuntut Rasulullah bila dakwahnya tidak diterima oleh seluruh manusia.
Pada Surat Al Baqarah ayat 120, Allah mempertegas sikap sebagian kelompok pada zaman Rasulullah yang menolak ajaran Islam, yakni Yahudi dan Nasrani. Ayat di atas menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak akan meninggalkan agama mereka walaupun Nabi Muhammad mengajak mereka sekuat tenaga.
Sebagian komunitas Yahudi dan Nasrani pada zaman Rasulullah enggan mengikuti ajaran Islam kecuali Nabi menerima beberapa kompromi mengenai masalah agama. Karenanya, Allah menuntun Rasulullah agar mengatakan: Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang sebenar-benarnya.
Baca Juga: Ayat-ayat dalam Alquran Ungkap Fenomena Gempa Secara IlmiahMenurut Tafsir Kementerian Agama, secara lahiriah, ayat ini langsung ditujukan kepada Nabi Muhammad, berupa peringatan yang keras seandainya Rasulullah mengikuti kemauan mereka. Pada sisi lain Nabi telah dijamin terpelihara dari perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah.
Di dalam Alquran banyak terdapat ayat yang seperti itu yang lahirnya ditujukan kepada Nabi, tetapi yang dimaksud ialah umat Nabi Muhammad. Allah mendorong dengan ayat ini agar kaum Muslimin mendalami ajaran Islam sehingga tidak mudah disesatkan.
Baca Juga: Gus Baha Sebut Santri Bisa Didik Profesor tapi Profesor Banyak Kesulitan Tanamkan AkhlakKementerian Agama menuliskan redaksi tafsir Surat Al Baqarah ayat 120 sebagai berikut:
Dan janganlah engkau, wahai Nabi Muhammad, bersusah payah mencari kerelaan orang-orang yang ingkar. Hal itu tidak mungkin, sebab orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu, Nabi Muhammad, sebelum engkau meninggalkan agamamu dan berpaling mengikuti agama mereka yang mereka anggap paling benar.
Karena itu, engkau tidak perlu melakukan apa yang mereka minta demi memperoleh kerelaan mereka, tetapi tetaplah engkau meng hadapkan dirimu untuk mendapatkan kerelaan Allah. Tetaplah mengajak mereka kepada kebenaran dan katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah, yakni agama Islam, itulah petunjuk, yakni agama yang sebenarnya." Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu, yakni kebenaran wahyu, sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.
Baca Juga: 5 Tema Khutbah Jumat tentang Mempersiapkan Kematian(zhd)