LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Lembaga Seni, Budaya, dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah, Sukriyanto AR, menilai seni dan budaya bisa dimanfaatkan untuk menciptakan dakwah yang kreatif dan menarik. Maka diperlukan kaderisasi ulama yang paham seni dan budaya untuk menciptakan dakwah yang dapat mengubah perilaku masyarakat.
Sejarah sukses dakwah damai, menggembirakan, dan mencerahkan melalui budaya adalah kisah perjalanan Islam masuk ke Indonesia oleh para Wali Songo. Mereka melalukan langkah cerdas terlebih dahulu, dakwah tidak harus dengan menghakimi, tapi melalui pengislaman budaya lokal Indonesia, sehingga masyarakat menjadi tertarik.
Melalui budaya, kata Sukri, bisa juga digunakan sebagai jalur membangun kemapanan ekonomi, stabilitas politik, bahkan termasuk membangun sistem hukum yang berkeadilan bagi bangsa Indonesia.
Sukri menilai mendekatkan Islam ke budayawan dan seniman bisa melahirkan karya seni yang tak bertentangan dengan agama. Dari situ pula dia berharap LSBO bisa bertransformasi dari lembaga menjadi majelis agar dakwah kultural bisa lebih masif sampai akar rumput.
"Sekaligus berkreasi membangun Indonesia, dan mengulangi kesuksesan yang dialami oleh para wali," kata Sukri, dikutip laman resmi Muhammadiyah, Selasa (21/12/2021).
Menurut dia, ulama yang bisa berdakwah secara kreatif melalui seni dan budaya bisa mencerahkan umat Islam sekaligus memajukan bangsa Indonesia.
Sementara, Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Sutrisno, mengatakan, kesenian dan kebudayaan tidak bisa dilepaskan untuk mencapai hidup yang stabil di era revolusi industri 4.0. Antara kemajuan teknologi informasi dengan seni dan budaya harus diseimbangkan untuk menyambut masa depan.
"Para mahasiswa dengan berbagai macam kecerdasan ini memiliki peluang yang luar biasa untuk menganyam berbagai macam kecerdasan, kecerdasan buatan, kemudian dikaitkan dengan seni, dikaitkan dengan kebutuhan era milenial sekarang," katanya.
Membangun kecerdasan publik saat ini tidak bisa hanya melulu melalui pendekatan akademik. Melainkan ada akselerasi model-model pendekatan, misalnya dengan menggabungkan pendekatan seni yang dikolaborasikan dengan IT. Model pendekatan seperti itu akan lebih menarik bagi generasi milenial dan pasca milenial.
(jqf)