LANGIT7.ID, Lampung Tengah - Presiden Joko Widodo mengingatkan pentingnya meningkatkan ekonomi umat dan bersiap menghadapi gempuran teknologi yang terus mengalami perkembangan tiap saat.
Jokowi menyampaikan hal tersebut saat menghadiri pembukaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung, Rabu (22/12/2021). Dalam hal ekonomi umat, secara spesifik dia menyampaikan terkait masalah pemerataan.
Dia mengakui, pemerataan ekonomi bukan hal yang mudah dilakukan. Namun, masalah tersebut bisa diatasi jika semua elemen bangsa bahu-membahu. NU dalam hal ini memiliki peran besar. Selain ormas Islam terbesar di Indonesia, NU juga memiliki jejaring ke seluruh pelosok Tanah Air.
“Saya melihat bahwa kekuatan di NU sekarang, anak-anak muda yang pintar, santri-santri yang pintar-pintar, apabila ini bisa dirajut dalam sebuah kekuatan lokomotif, saya meyakini ini bisa menarik gerbong yang ada di bawah untuk bersama-sama dalam rangka mensejahterakan kita semua,” kata Jokowi.
Baca Juga: Muktamar NU Resmi Dibuka, Ketum PBNU Sampaikan 5 Modal Kebangkitan Indonesia
Dia lalu menawarkan konsesi kepada anak muda NU jika berani membuka usaha. Tawaran tersebut sebagai salah satu upaya pemerataan ekonomi, dan menggali potensi anak muda di tubuh NU.
“Saya menawarkan, yang muda-muda ini dibuatkan sebuah wadah, bisa PT atau kelompok usaha, dan pemerintah, saya menyiapkan, kalau siap, saya siapkan konsesi, konsesi terserah mau dipakai untuk lahan pertanian, silahkan,” ucap Jokowi.
Dia juga ingin menyiapkan konsesi minerba. Artinya anak muda NU yang ingin bergerak di usaha nikel, batubara, hingga tembaga bisa memanfaatkan tawaran tersebut. Hanya saja Jokowi memberikan syarat, anak muda yang bergerak di bidang usaha itu harus berada di bawah wadah usaha yang telah dibentuk oleh NU.
“Tapi sekali lagi, ini dalam sebuah kelompok usaha besar, sehingga nanti bisa menyeret dan mengajak gerbong-gerbong lain untuk ikut menikmati. Ini memerlukan sebuah kerja besar,tetapi saya melihat potensi di Nahdlatul Ulama itu ada, tinggal merajutnya,” tutur NU.
NU Harus Siap Hadapi DigitalisasiTerkait perkembangan teknologi yang kian masif, Jokowi yakin anak-anak muda NU memiliki potensi besar. Banyak santri yang menyandang gelar profesor doktor. Itu menjadi catatan penting, anak muda NU mampu bersaing di era revolusi industri 4.0 saat ini.
“Santri-santri yang doktor banyak sekali, karena apapun ke depan yang namanya teknologi, mau tidak mau kita harus masuk ke sana, karena kita ingin teknologi ini maslahat jadi umat, maslahat bagi masyarakat, jangan sampai ini malah merusak, membuat hal negatif bagi rakyat kita,” kata Jokowi.
Jokowi lalu menceritakan teknologi metaverse yang tengah dikembangkan facebook. Teknologi memungkinkan pengguna teknologi menciptakan dunia baru dalam ruang virtual. Namun berbeda dengan virtual saat ini yang masih terhalang layar.
Memanfaatkan teknologi
Virtual Reality (VR) ruang maya Nampak seperti nyata. Jokowi menyaksikan itu saat bermain pingpong virtual menggunakan VR bersama Mark Zuckerberg 5 tahun lalu.
“Tidak ada bola pingpongnya, tidak ada mejanya, tapi menggunakan teknologi VR sama kaya main ping pong 100 persen. Keringatan juga. Dan dia membisikkan kepada saya, ‘Pak Jokowi, ini baru awal, nantinya semua akan virtual, semua akan muncul metaverse’. Restoran virtual, wisata virtual, mall virtual,” kata Jokowi.
NU harus mempersiapkan diri menghadapi era tersebut. Suatu saat majelis ilmu akan menggunakan teknologi VR sehingga tampak seperti dalam satu ruangan nyata.
“Hati-hati menyikapi ini, peradaban itu harus kita pengaruhi agar maslahat bagi umat manusia di seluruh dunia, khususnya di negara kita Indonesia, nanti semuanya dakwah virtual, pengajian virtual, tapi betul-betul ketemu seperti ini, bukan seperti sekarang yang masih layar,” pungkas Jokowi.
(jqf)