Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

PPKM Diperpanjang, Wali Santri Harus Tahan Rindu ke Anak

Muhajirin Rabu, 21 Juli 2021 - 15:17 WIB
PPKM Diperpanjang, Wali Santri Harus Tahan Rindu ke Anak
Ponpes Al Hikmatussalafiyah Sumedang (foto: Pemkab Sumedang)
LANGIT7.ID, Sumedang - Keputusan pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 25 Juli 2021 berdampak hingga ke lingkungan pesantren. Orang tua atau wali santri harus menahan rindu lantaran tak boleh menemui anaknya sampai PPKM berakhir.

Salah satu pesantren yang menerapkan aturan itu adalah Masjid Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sukamantri, Tanjungkerta, Sumedang, Jawa Barat. Pihak pondok membuat aturan khusus kepada orang tua terkait kunjungan ke lingkungan pesantren.

Orang tua tidak diperbolehkan menjenguk anak mereka, ustadz, hingga ke Kiai untuk sementara waktu. Pimpinan Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Kiai Sa'dulloh, meminta semua wali santri dan santri untuk memahami kondisi saat ini.

Dia menjelaskan, karakter Covid-19 varian Delta sangat cepat menyebar. Larangan kunjungan tersebut merupakan salah satu upaya menjaga kesehatan santri agar tidak terpapar virus.

"Kalau virus Covid-19 sudah mengenai para santri, kami khawatir proses belajar mengajar yang sudah berjalan ini akan terganggu, malahan tidak menutup kemungkinan santrinya bisa dipulangkan semua," kata KH Sa'dulloh, dikutip dari laman resmi NU Online, Rabu (21/7/2021).

Dia memaparkan dua kekhawatiran jika orang tua memaksakan diri menjenguk anak mereka di pesantren.

Pertama, orang tua dikhawatirkan membawa virus ke lingkungan pondok. Penularan tidak hanya berhenti ke sang anak, tapi bisa menjangkiti semua warga pondok.

Kedua, pihak pesantren khawatir santri yang dijenguk terpapar virus dengan status tanpa gejala (OTG), lalu menularkan ke orang tua. Rantai penularan pun terjadi. Orang tua akan menularkan virus ke keluarga di rumah, sehingga menimbulkan klaster baru.

"Jadi hal yang terbaik dalam situasi seperti ini yaitu, orang tua jangan dulu menjenguk anaknya. Mohon santri dan orang tua mematuhi peraturan Pesantren. Para santri dan orang tua supaya bisa lebih memahami situasi seperti ini,” ucap KH Sa'dulloh.

Kiai Sa'dulloh menganalogikan virus seperti orang yang hendak menyeberang jalan. Penyeberang jalan tidak akan langsung lari dan mengatakan mati urusan Allah SWT. Tapi hal yang dilakukan tentunya lirik kanan kiri dulu memastikan tidak ada kendaraan yang lewat, kalau sudah pasti aman baru menyeberang.

“Kenapa harus lirik kiri kanan dulu? tentunya sebagai bentuk usaha supaya selamat sampai tujuan dan terhindar dari kematian,” ucap dia.

Alumni PTIQ Jakarta itu menjelaskan, aturan pesantren tersebut merupakan usaha terhindar dari paparan corona. “Oleh karena itu, mohon semua pihak mematuhi peraturan Pesantren,” ucap KH Sa'dulloh.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)