LANGIT7.ID, Jakarta - Alquran merupakan petunjuk bagi seluruh manusia, khusunya umat muslim. Oleh karena itu hendaknya umat muslim gemar memelajari dan mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Membaca Alquran memang tidak mudah karena bukan bahasa asli, seringkali dalam membacanya masih ada kesalahan yang dilakukan secara tidak sengaja. Namun, Allah akan tetap memberikan ganjaran pahala kepada orang yang berniat memelajari cara membaca Alquran yang baik walaupun masih terbata-bata.
Allah Ta'ala menjanjikan pahala bagi orang yang gemar membaca Alquran sebagaimana Firman Allah dalam surat Fathir ayat 29.
اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Alquran) dan melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi."
Baca Juga: Mengenal Ilmu Munasabah, Cara Mudah Pahami Alquran Secara UtuhRasulullah juga pernah berkata bahwa Alquran akan menjadi penolong pada hari akhir. "Bacalah Alquran karena Alquran akan datang pada hari kiamat nanti sebagai syafi'i (pemberi syafa'at) bagi yang membacanya." (HR Muslim).
Adapun kesalahan dalam membaca Al-Qu'an secara umum terbagi menadi dua bagian, yakni kesalahan yang jelas (lahn jali) dan kesalahan samar (lahn khafi).
1. Lahn JaliLahn jali merupakan kesalahan yang terjadi secara jelas pada lafadz sehingga mempengaruhi kesempurnaan dalam bacaan. Kesalahan ini termasuk kesalahan besar, sebab kesalahan itu mempengaruhi arti bacaannya. Yang termasuk ke dalam lahn jali antara lain:
Pertama, bergantinya satu huruf kepada huruf yang lain, contohnya Seharusnya اَلَّذِيْنَ tapi dibaca اَلَّزِيْنَ
Kedua, berubah harakat yang satu kepada harakat yang lain, contohnya Seharusnya قُلْتُ tapi dibaca قُلْتِ
Ketiga, merubah atau mengurangi huruf, contohnya Seharusnya مِنْكُمْ tapi dibaca مِينْكُمْ
Baca Juga: Pengertian Asbabun Nuzul, Macam–macam, dan ContohnyaKeempat, menghilangkan tasydid, contohnya Seharusnya عَرَّفَ tapi dibaca عَرَفَ
Kelima, menghilangkan bacaan panjang menjadi pendek, contohnya Seharusnya اَلْكِتَابُ dibaca اَلْكِتَبُ
2. Lahn KhafiAdapun yang dimaksud lahn khafi, yakni kesalahan yang terjadi secara samar dan memengaruhi kesempurnaan membacanya. Kesalahan ini berkaitan dengan tidak sempurnanya bacaan Alquran dan hanya diketahui oleh orang yang ahli dalam bidang ini (ahli qira'ah). Kesalahan ini antara lain:
Pertama, tidak sempurna dalam pengucapan harakat, baik fathah, kasrah maupun dhummah. Contohnya اَلْبَاطِلُ → Seharusnya dibaca al-baathilu tetapi dibaca al-boothilu
Kedua, telalu banyak pantulan (qalqalah) pada bacaan yang seharusnya tidak memantul. Contohnya, فَضْلَهُ → Seharusnya dibaca fadhlahuu tetapi dibaca fadhe‘lahuu.
Baca Juga: Apa Saja Adab-adab dalam Membaca Alquran?Ketiga, tidak sempurna dalam pengucapan ghunnah (dengung). Contohnya أَنَّ → Seharusnya tasydid dibaca dengan dengung sekitar dua harakat tetapi tidak dibaca dengan dengung.
Keempat, memanjangkan bacaan secara berlebihan, contohnya اَلرَّحْمَانُ → Seharusnya mim tersebut dibaca dua harakat tetapi dibaca empat, lima, atau enam harokat.
Kelima, terlalu berlebihan menggunakan huruf ra'. Biasanya hal ini terjadi dalam ra' yang dibaca tipis. Contohnya, الَذُّكُوْرُ → Seharusnya dibaca adz-dzukuur tetapi dibaca adz-dzukuurrrr.
Bagi umat Islam yang baru belajar membaca Alquran wajar apabila mendapati kesalahan-kesalahan dalam membacanya. Namun perlu terus berusaha memperbaiki bacaan, agar sempurna bacaan Alquran tersebut.
Baca Juga: UAS Ingatkan Kaum Muslim Terus Beramar Makruf Nahi Mungkar(zhd)