LANGIT7.ID - , Jakarta - Di masa pandemi, menjadi hal penting untuk dijaga kekuatannya. Sehingga bisa meminimalisir peluang masuknya berbagai virus, termasuk COVID-19.
Menurut Dokter Zaidul Akbar, untuk dapat merawat imunitas harus tahu terlebih dulu sumbernya. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam penjagaannya. Ditambahkan Zaidul, pusat sistem imun manusia terletak pada perut, pencernaan atau usus.
"Caranya kita harus tahun dulu di mana markasnya sistem imun kita. Para ilmuwan menjelaskan markas sistem imun ada pada perut, sistem pencernaan atau usus kita. 80-90 persen sel-sel imun kita dibuat disana," kata Zaidul seperti dikutip dari channel Youtube resmi.
Baca juga: Perbanyak Bersyukur, Ini Tips Awet Muda ala Dokter Zaidul AkbarZaidul menambahkan jenis makanan seperti madu, kurma, rempah-rempah, habbatussauda dan sebagainya bermanfaat untuk memperkuat dan menjaga perut.
"Tubuh kita itu kalau diberikan makanan yang dia butuhkan Insya Allah dia kan melakukan kerjanya sendiri. Tubuh manusia dia bisa melakukan kerjanya kalau disuplai dengan bahan bakarnya, yakni asam amino. Kita dapatkan asam amino, dari banyak makanan. Namun paling banyak didapatkan dari madu dan kurma," katanya.
Maka dari itu, madu dan kurma jangan sampai kosong dirumah. Mengingat ia bukan hanya makanan biasa tetapi juga dapat berperan sebagai obat, pesan Zaidul. Selain itu, minyak zaitun, kapsul, dan habbatussauda juga harus selalu siap dalam jangkauan.
Tak hanya itu, Dokter Zaidul Akbar juga berpesan kepada para orang tua agar memperbaiki isi dapur, artinya perbanyak buah-buahan. Karena menurut dia, pola hidup sehat harus dibiasakan dan dimulai dari orang tua.
"Salah satu pesan biasanya saya sampaikan kepada ibu-ibu para penguasa dapur adalah coba mulai diperbaiki isi dapur atau isi kulkas. Dengan cara apa? Kalau saya biasanya lebih banyak masukkan belanjaan buah-buahan, saya penuhin disitu. Jadi, anak-anak akan melihat kebiasaan-kebiasaan hidup sehat kita. Kenalkan mereka dengan tumbuhan-tumbuhan juga," tuturnya.
Menurut dokter sunnah ini menyebutkan untuk menjaga kesehatan harus dimulai dari hal-hal sederhana dan itu diajarkan kepada orang terdekat terlebih dahulu, seperti keluarga.
"Hal-hal sederhana seperti itu saja ajarkan, karena kalau bicara kesehatan raga sebenarnya simpel," ucapnya.
Di masa pandemi ini, Zaidul juga memiliki kebiasaan mencuci tangan menggunakan bahan-bahan alami.
"Bukan saya tidak mengikuti aturan, tapi kalau saya cuci tangan itu lebih memilih untuk menggunakan bahan-bahan alami yang tidak menyebabkan kuman-kuman,".
Namun, kebiasaan tersebut tak sering dilakukan. Sebab menurutnya bila mencuci tangan dilakukan secara berlebihan atau terus menerus akan menyebabkan tubuh menjadi over hygine atau terlalu bersih. Dan itu bukanlah sesuatu hal yang baik.
"Ada studi yang menjelaskan bahwa terlalu bersih itu ternyata tidak sehat. Karena dalam bagian tubuh manusia terdapat kuman.
Baca juga: Tabligh Akbar Wahdah Islamiyah Undang dr Zaidul AkbarKuman-kuman yang diciptakan Allah SWT memang ditempatkan untuk hidup di sana. Jadi, tambah Zaidul, bila kita terlalu berlebihan memusuhi mereka, mereka akan menyerang balik.
Meskipun begitu, dari semua yang dilakukan tidak menjadi jaminan akan selalu sehat, karena semua terserah sang Khalik. Jika ia menghendaki sakit, maka sakitlah.
"Pertanyaan dengan semua yang dilakukan, apakah dapat menjamin kita akan terus-menerus hidup sehat? Ya jelas tidak lah. Kalau sudah takdirnya sakit ya sakit, cuma kata Umar hidup kita itu pindah dari satu takdir ke takdir yang lain. Bisa saja kita tetap terkena sakit, tapi dengan ikhtiar kita minta kepada Allah SWT untuk dijauhkan dari penyakit-penyakit, seperti sekarang itu yang saya kerjakan yaitu menguatkan sistem imun," katanya.
(est)