Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 07 Mei 2026
home masjid detail berita

4 Mutiara Berikut Antarkan Manusia sebagai Makhluk Terbaik

Jaja Suhana Ahad, 09 Januari 2022 - 06:41 WIB
4 Mutiara Berikut Antarkan Manusia sebagai Makhluk Terbaik
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam diri manusia ada empat mutiara yang menjadikannya sebagai makhluk terbaik. Yakni akal, agama, malu, dan amal shalih. Keempat hal itu hendaknya senantiasa dijaga dari sifat-sifat yang dapat merusaknya.

Adapun yang dapat merusak mutiara diri pada manusia adalah sifat marah, dengki, tamak, dan ghibah. Keempat sifat tersebut harus dijauhi agar senantiasa terpelihara jiwa dan menjadi manusia seutuhnya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Cisauk, Dr Tohirin dalam tausiyah di Masjid Assalaam Bintaro, dikutip Ahad (9/1/2022).

1. Akal

Dengan akal manusia membangun peradaban, dengan akal manusia berpikir bahkan dalam beragama akal jadi tumpuan. Tohirin mengatakan, saat ini banyak yang tidak menggunakan akalnya dalam kehidupan beragama. Spirit doll misalnya, adalah fenomena manusia tidak menggunakan akalnya dengan baik.

Baca Juga: Menyusuri Wisata Halal Museum Tsunami Aceh

"Ada pula fenomena seorang anak yang menuntut orangtuanya ke pengadilan, hal itu menandakan seseorang tidak dapat menggunakan akalnya dengan baik," ujarnya.

Akal menjadi tidak bernilai ketika emosi atau kemarahan sudah meliputi diri seseorang. Oleh karena itu dalam Islam ditekankan jangan sampai kemaharan seseorang menghilangkan akalnya. "Begitu emosi sudah tidak terkontrol apapun biasa terjadi karena ia tidak dapat memfungsikan akalnya dengan baik," katanya.

2.Agama

Potensi agama sudah ada ketika manusia ada di alam arwah. "Alastu birabbikum, qalu bala syahidna." Agama menjadi potensi dalam diri manusia karena seseorang meyakini bahwa ada zat tertentu yang menjadi tumpuan dalam kehidupan.

Potensi agama akan hilang ketika seseorang memiliki sifat dengki. "Iyyakum wal hasada fainnal-hasada yak kulul hasanaati kamaa takkulunnaarul hathaba." Manusia harus berhati hati dengan sifat dengki, karena akan menggerogoti kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.

Baca Juga: Lakukan Ini jika Mendapati Waktu Maghrib di Perjalanan

"Dengki adalah keinginan menghilangkan nikmat orang lain. Dengki berbahaya karena berarti dia tidak ridha dengan ketetapan Allah. Potensi agama akan habis dengan kedengkian tersebut," kata dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia ini.

3. Malu

Malu menjadi sifat penting dalam diri manusia. Seseorang tidak akan berbuat batil jika ada rasa malu dalam dirinya, begitupun seseorang tidak akan meminta-minta di jalan karena adanya sifat tersebut. Alhayau minal iman (malu sebagian dari iman).

Sifat malu akan hilang ketika dalam diri manusia ada sifat tamak. Yaitu keinginan memiliki apa yang dimilii orang lain. "Inilah mengapa seseorang berani mengambil hak orang lain, karena dia tamak atau rakus terhadap harta benda yang tidak dimilikinya," ujar Tohirin.

Tohirin mengatakan, sifat tamak menjadikan seorang manusia tidak pernah merasa puas terhadap apa yang dimilikinya. Bahkan, seandainya manusia memiliki satu gunung emas sekalipun, maka dia ingin lebih dan akan minta dua gunung emas.

Baca Juga: Kondisi Terkini Wisma Atlet Kemayoran, Pasien Bertambah 184 Orang

"Alangkah rusaknya seorang manusia ketika dia tidak memiliki sifat malu lagi dalam dirinya," ujarnya.

4. Amal Shalih

Yang terakhir amal shaleh, yakni bekal yang kita kumpulkan selama hidup. "Addunya majraatul akhirat," artinya dunia ladang akhirat. Baik kaya maupun miskin, tua maupun muda, harus senantiasa menjadikan dunia sebagai ladang memperbanyak amal shalih.

"Amal shalih akan lenyap jika dibarengi dengan ghibah. Ghibah berarti membicarakan keburukan orang lain, akan percuma amal shaleh yang kita lakukan apabila kita membicarakan keburukan orang lain," kata Tohirin.

Baca Juga: Islam di Spanyol, Menyatu dengan Budaya dan Jadi Sejarah Penting

Menurut dia, ghibah dilarang dalam Islam karena seandainya sifat buruk yang dibicarakan itu benar, berarti ia sedang mengejek orang lain, dan seandainya yang dibicarakan itu salah, maka ia telah menyebarkan berita bohong. Dalam Al-Qur'an Allah menyamakan perbuatan dengki seperti memamakan bangkai saudaranya sendiri.

"Oleh karena itu marilah memelihara empat mutiara dalam diri kita, yakni akal, agama, malu, dan amal shalih, agar kita menjadi manusia seutuhnya dan menjadi makhluk terbaik yang diciptakan Allah Ta'ala," ujar Tohirin.

Baca Juga: Menengok Taiwan, Negara di Asia Timur yang Ramah Muslim

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 07 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)