LANGIT7.ID, Jakarta - Ilmu Hadits (Ulumul Hadits) sangat penting dipelajari para pelajar yang mengambil bidang studi agama Islam secara khusus dan umat Islam pada umumnya. Ilmu hadits semakin penting dipelajari di era digital di mana informasi meluap-luap.
Ulumul Hadits mempelajari segala hal yang berkaitan dengan kehidupan Rasulullah. Hadits merupakan sumber rujukan utama setelah Al-Qur’an untuk mengetahui, menguraikan, dan menetapkan hukum-hukum Islam.
Ilmu hadits juga dapat diperlakukan untuk mengkaji sejarah kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya, kebudayaan Islam masa itu yang kemudian dapat dijadikan konteks dasar dari pengambilan suatu hukum keagamaan.
Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat: Ruh di Alam Barzakh Tak Bisa Kembali ke Dunia Ilmu Hadits mengajarkan nilai filosofis bahwa kebenaran bisa dikatakan benar bila teks (data observasi) yang didapat atau diberikan dapat dibuktikan dengan benar dan dibawa oleh orang yang benar. Sebab, Ilmu Hadits mengajarkan tentang pentingnya verifikasi, telaah kritis, penelusuran data atau narasumber sehigga dapat diketahui apakah hadits itu benar-benar datang dari pembawa kebenaran (Rasulullah).
Kedudukan Ilmu Hadits menjadi semakin penting di era modern seperti saat ini, di mana arus informasi bergerak sangat cepat. Pada saat yang sama, gairah keberagamaan masyarakat Indonesia juga semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan maraknya penerapan gaya hidup muslim modern dan tumbuhnya potensi pasar yang berbau syariah.
Baca Juga: Makan tapi Lupa Belum Berdoa, Segera Baca Ini Tanpa panduan hadits yang akurat, semaraknya gaya hidup muslim hanyalah serupa gaya hidup glamour dalam versi “syariah” yang tidak mengandung esensi ibadah jejak kenabian (sunnah). Proses verifikasi hadits dapat berjalan minimal dengan mempelajari tentang matan, rawi, sanad, musnad, dan sebagainya.
Pembaca hadits juga mesti mengetahui tingkatan kualitas hadits seperti sahih, hasan, dhaif, dan palsu. Pada era digital saat ini, keberadaan musnad digital sangat diperlukan sehingga proses verifiaksi kualitas hadits menjadi mudah.
Musnad digital juga akan memudahkan para pelajar, mahasiswa, atau siapapaun yang sedang menekuni kajian hadits. Meski bebas akses, tentu saja penerapan atau penafsirannya bagi awam harus merujuk kepada ulama-ulama yang kompeten.
Baca Juga: Agar Waktu Tak Sia-sia, Perhatikan Cara Efektif Belajar Al-Quran(zhd)