Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan pernyataan serius menyangkut kondisi bangsa ini. Negara ini bukan benda mati yang bisa dipermainkan, dikuasai
Indonesia saat ini masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Pemerintah masih terseok dalam mewujudkan ekonomi yang berkeadilan, mengatasi problem kemanusiaan
Masyarakat Indonesia sebentar lagi akan menggelar pesta demokrasi lima tahunan. Pada 2024 nanti, wajah Indonesia lima tahun ke depan akan ditentukan melalui pemilihan umum.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, meminta aparat pemerintah dan masyarakat Indonesia melaksanakan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menegaskan, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) merupakan dua sayap Islam yang saling melengkapi
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof H Haedar Nashir berencana mengunjungi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, meminta pemerintah mengakselerasi dunia pendidikan di Indonesia agar tidak selalu ketinggalan dari bangsa lain
Muhammadiyah dan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) harus terus menjalin silaturahim bersama juga dengan elemen bangsa lainnya dalam rangka memperkuat persatuan
Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengungkapkan, ekonomi Islam berada di antara sosialisme dan kapitalisme. Sosialisme dan kapitalisme menjadi ideologi yang masih bertahan sampai saat ini.
Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Iman mengungkapkan, Pilpres 2024 diprediksi diikuti tiga calon, yaitu Anies Baswedan (Nasdem), Ganjar Pranowo (PDIP)