Dampak yang dapat terjadi berupa volume aliran sungai berpotensi meningkat drastis, sehingga mengakibatkan potensi banjir dan banjir bandang. Selain itu, hujan lebat mengakibatkan potensi tanah longsor, guguran bebatuan, atau erosi tanah.
Politikus Partai Gerindra itu menilai pemilihan Dirjen Imigrasi harus memahami penegakan hukum terkait masalah peraturan lalu lintas orang yang keluar masuk ke Indonesia. Bukan hanya mengandalkan pelayanan untuk mencari keuntungan semata.
TMC dilakukan guna menghadapi potensi hujan ekstrem hingga badai di wilayah Jakarta pada periode tanggal 25 Desember 2022 sampai 1 Januari 2023. Sebagai upaya kewaspadaan, TMC akan dilaksanakan dengan dua pola untuk menghadapi cuaca ekstrem.
Suryadi menilai pemerintah perlu memberlakukan satu pintu bagi diseminasi informasi yang terukur tentang cuaca ekstrem, yaitu melalui BMKG sesuai UU Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
BMKG merilis 14 wilayah di Indonesia yang berpotensi siaga cuaca ekstrem. BMKG pun meminta masyarakat mewaspadai risiko terjadinya bencana hidrometeorologi di akhir tahun 2022.
BMKG menyatakan istilah 'badai' ini terkait dengan Siklan Tropis dengan pusaran yang kencang dan disertai hujan lebat. Badai itu berpotensi menjauh dari Jabodetabek dan bergeser ke wilayah Utara Papua.
Perayaan tahun baru ini merupakan acara pertama yang dilaksanakan di ruang terbuka setelah beberapa tahun tidak terselenggara dikarenakan pandemi Covid-19.
Puan menekankan mitigasi menjadi hal yang penting dilakukan guna mengurangi risiko bencana. Baik secara infrastruktur fisik dan SDM (sumber daya manusia), maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana alam.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji meminta pembangunan gedung bertingkat termasuk sekolah di Ibu Kota agar memperhatikan unsur ketahanan gempa.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau pelaku pelayaran di Perairan Selat Sunda lintasan Merak-Bakauheni agar waspada cuaca buruk.
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengimbau perusahaan swasta untuk menerapkan kerja dari rumah atau WFH bagi karyawannya. Imbauan itu disampaikan mengingat prediksi cuaca ekstrem disertai badai yang bakal terjadi selama satu pekan ke depan di Jabodetabek.