Muhammadiyah menolak jadi organisasi fikih semata. Dengan semangat tajdid, gerakan ini menafsir Islam sebagai kekuatan budaya dan ilmu yang menumbuhkan peradaban.
Ekonom Sjafruddin Prawiranegara menilai akar polusi dan kerusakan alam bukan karena banyaknya manusia, melainkan merosotnya moralitas dan hilangnya nilai ketakwaan dalam sistem ekonomi modern yang hanya berorientasi pada keuntungan duniawi.
Ketua Majelis Dikti dan Litbang PP Muhammadiyah menilai pertumbuhan ekonomi hanya bisa kuat jika pemerintah memberi ruang bagi swasta. Ia menyoroti peran negara yang terlalu dominan di pendidikan tinggi, perbankan, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bank Muamalat Indonesia perkuat dukungan pendidikan Islam melalui Synergy Roadshow 2025 di Makassar bersama Unismuh dan Yayasan Wakaf UMI, hadirkan layanan syariah inovatif dan kinerja positif.
Kemendikdasmen terus mendorong partisipasi siswa pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025. Berbagai kegiatan sosialisasi program ini dilakukan, salah satunya melalui Forum Komunikasi Publik (FKP) dengan tema Tes Kemampuan Akademik untuk Pendidikan Bermutu.
Kebijakan easy money dari Menkeu Purbaya Yudha Sadewa menimbulkan dilema. Likuiditas meningkat, tapi rupiah tertekan. Bagaimana ekonomi syariah bisa jadi solusi stabilisasi?
Dari seruan tauhid Muhammad bin Abd al-Wahhab hingga gagasan moderasi Yusuf al-Qaradawi, fiqh prioritas selalu berubah mengikuti konteks zaman. Pertanyaan kini: apa yang paling urgen bagi umat?
Pengadilan Tinggi Gujarat mengizinkan pembongkaran sebagian Masjid Mansa yang berusia 400 tahun di Saraspur untuk proyek pelebaran jalan dengan alasan kepentingan publik.
KB Bank Syariah bersama BPKH gelar seminar haji di Surabaya, edukasi setoran awal, tabungan iB Haji, hingga cicilan emas agar calon jemaah lebih siap finansial dan spiritual menuju haji mabrur.
Kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tarik dana pemerintah dari BI ke bank dinilai sesuai ajaran Islam. Dr KH Anwar Abbas sebut langkah ini dorong perputaran ekonomi rakyat.
Dianggap ikon Salafi, Ibnu Taimiyah juga memuji para sufi dan menulis tentang tasawuf. Warisannya hidup, penuh paradoks, dari Damaskus hingga Nusantara.
Di Kufah, Irak, abad ke-8, seorang pedagang kain yang cerdas berubah menjadi ulama besar. Tapi Abu Hanifa mengakui, bukan fikih semata yang menyelamatkannya, melainkan dua tahun bersama seorang cucu Nabi: Jafar al-Sadiq.
Ulama abad ke-15 ini menulis ratusan kitab dari tafsir hingga kedokteran. Dicintai sekaligus dikritik, warisan Suyuti tetap jadi rujukan pesantren dan perdebatan Islam kontemporer.