Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah yang menandakan Hari Raya Idul Fitri 2026 memiliki potensi berbeda antara Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan pemerintah. Hal ini disebabkan adanya perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriyah.
Pelaksanaan shalat Id di lapangan terbuka merupakan wasiat nabawi yang melambangkan kekuatan kolektif umat. Meski masjid diperbolehkan dalam kondisi darurat, hamparan bumi luas tetap menjadi pilihan utama.
Perbedaan rute keberangkatan dan kepulangan shalat Id bukan sekadar variasi perjalanan. Ia adalah taktik spiritual untuk meluaskan jangkauan syiar, menebar salam, dan mempertemukan wajah-wajah mukmin.
Mengeraskan takbir dalam perjalanan menuju shalat Id bukan sekadar tradisi, melainkan syiar untuk mengagungkan kebesaran Tuhan. Ritual ini menandai kemenangan spiritual setelah sebulan penuh berpuasa.
Menyantap kurma sebelum shalat Idul Fitri bukan sekadar pengganjal perut, melainkan simbolisasi teologis penghentian masa puasa. Ritual kecil ini menandai ketaatan hamba atas perubahan hukum Tuhan.
Kumandang takbir merupakan ekspresi syukur yang menandai berakhirnya madrasah Ramadhan. Di tengah beragam tradisi lokal, para ulama menekankan pentingnya menjaga kesesuaian redaksi takbir dengan tuntunan salaf.
Kewajiban zakat fithri meluas dari diri sendiri hingga setiap jiwa dalam tanggungan nafkah. Perintah ini mengikat kepala keluarga untuk memastikan pensucian batin bagi seluruh anggota rumah tangga tanpa terkecuali.
Tradisi yang hidup di tengah masyarakat Indonesia ini tidak berasal dari syariat yang baku, namun berakar pada spirit kepedulian dan cinta kasih kepada mereka yang kehilangan pelindung.
Momen Lebaran identik dengan hidangan spesial, mulai opor, rendang, sambal goreng, hingga aneka kue dan minuman manis. Namun, bagi penderita diabetes dan kolesterol
Sebanyak 1.194.225 kendaraan kembali ke wilayah Jabotabek pada H1 s.d H4 libur Idulfitri 1446H/Lebaran 2025 yang jatuh pada Senin-Sabtu (31 Maret-5 April 2025).