Asbabun nuzul merupakan sesuatu yang terjadi serta berkaitan dengan turunnya ayat Alquran yang fungsinya sebagai penjelas hukum ketika peristiwa itu terjadi.
Alquran wajib diperlakukan secara terhormat dan beradab sebab berisi kalam Allah yang menjadi petunjuk bagi umat manusia. Sebelum membaca atau bahkan mempelajari Alquran sangat perlu dalam memperhatikan adab-adabnya.
Nasihat dengan tutur kata yang monoton akan tidak terasa variatif dan tidak mampu menarik perhatian akal. Tapi, bila nasihat itu dituangkan dalam bentuk kisah akan lebih menarik dan meraih apa yang dituju.
Tidak ada alasan bagi umat muslim untuk tidak merenungi kandungan Al-Qur'an. Karena secara garis besar kandungan ayat al-Qur'an sangat jelas maknanya, dan mampu dicerna oleh semua kalangan.
Almarhum Syekh Ali Jaber dalam salah satu ceramahnya mengatakan, semakin banyak orang memperhatikan al-Qur'an, semakin banyak manfaatnya yang diberikan al-Qur'an.
Dai Kondang Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan tiga tahap interaksi seorang muslim dengan Al-Quran. Tiap tingkatan memiliki cara dan keutamaannya masing-masing.
Lemahnya iman mengakibatkan pikiran jadi tidak stabil. Hal ini akan membawa pengaruh-pengaruh dari luar baik melalui ucapan, maupun tindakan akan cepat masuk dan diterima mentah-mentah tanpa berpikir panjang.
Kata-kata asing yang ditemukan dalam Alquran tetap merupakan bagian dari bahasa Arab yang telah terserap. Hal ini memperjelas bahwa beberapa kata berasal dari non-Arab telah menjadi kata-kata Arab melalui penggunaan konstan.
Yayasan dengan jumlah pengajar lebih 35 guru diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat dari kebiasaan memajang atau menyimpan kitab suci umat Islam itu, kepada tadarrus, tadabbur, dan menghafalnya.
Mahfud menjelaskan, konstitusi yang berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945 adalah buatan manusia. Sementara Alquran adalah pedoman yang diwahyukan Allah Subhanahu wa Taala kepada Nabi Muhammad.
Ada empat jenis sujud yang disyariatkan, yakni sujud saat shalat, sujud sahwi, sujud tilawah, dan sujud syukur. Sujud tilawah ialah sujud yang dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat sajadah dalam al-Quran
Allah menghendaki manusia bersuku-suku, berbangsa-bangsa, dan berbeda bahasa agar dapat saling menghargai. Sebagaimana dicantumkan dalam surat Al-Hujruat ayat 13: